Sulit Dapat Kerja, Warga Subang Berbondong-bondong Jadi TKI

SUBANG-Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri masih jadi pilihan sebagian orang. Termasuk saat pandemi Covid-19 , menjadi TKI merupakan pilihan untuk mendapatkan penghasilan.

Warga Binong, Choeriyah (25) mengaku jenuh dengan kondisi pandemi saat ini. Covid-19 ini berdampak padanya sehingga tak lagi bisa berpenghasilan. Sebelumnya, dia merupakan pedagang di sekolah. Tidak adanya proses pembelajaran tatap muka membuatnya tak lagi berdagang di sekolah.

“Sekolah diliburin, otomatis saya juga libur. Sedangkan dapur harus ngebul tiap hari mending jadipembantu rumah tangga di luar negeri,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Senin (25/1).

Untuk menjadi TKI, dia mengaku sudah mantap. Bahkan siap ditempatkan di negara mana saja. Awalnya dia tergiur oleh ajakan tetangannya yang bekerja jadi Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Hong Kong. “ bebrapa waktu lalu nelpon, katanya mending menjadi TKI,” ujarnya.

Warga Sukamulya-Pagaden Sumaidah (24) mengatakan, ingin menjadi TKI di luar negeri dikarenakan sulitnya mendapat pekerjaan di Subang. Menurutnya, menjadi TKI dengan gaji Rp5-7 juta per bulan cukup menggiurkan.

“Nyampe Rp5-7 juta sebulan jadi pembantu rumah tangga. Kata temen yang udah berangkat ke sana, dalam waktu dekat saya mau daftar jadi TKI,” ujarnya.

Kepala seksi Penempatan Tenaga kerja Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans Subang Ivan Rahmat Maulana, karena pandemi bisa jadi banyak warga Subang yang ingin menjadi TKI. Tercatat pada Januari 2021 ada sekitar 18 orang yang mendaftar untuk berangkat, padahal banyak negara-negara yang tutup akses.

“Ada 18 orang warga Kabupaten Subang yang siap berangkat ke luar negeri, rata-rata menjadi pembantu rumah tangga,” katanya.

Dia mengatakan, di lihat dari data Sistem Komputer Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) warga Subang yang pulang kampung selesai jadi TKI sebanyak 885 orang pada tahun 2020.

Terdiri dari 64 orang dari Malaysia, 130 dari Singapura, 172 dari Hongkong, 475 dari Taiwan, 1 dari Solomon Island, 20 dari Brunei Darusalam, 6 dari Saudi Arabia, 2 dari Kuwait, 8 dari Korea Selatan, 2 dari United Emirate Arab, dan 5 dari Aljazair.

“Jadi ada sebanyak 885 warga Subang yang pulang kampung dari luar negeri per bulan Maret 2020 sampai dengan Desember 2020,” katanya.(ygo/ysp)