Tinggal Nunggu Evaluasi, Bansos Tahap III Siap Didistribusikan

BANDUNG – Kepala Divre Bulog Jabar, Taufan Akib, mengatakan saat ini untuk penyaluran tahap tiga masih menunggu hasil evaluasi dari keberhasilan penyaluran bansos tahap dua.

“Kami siap kapan saja untuk menyalurkan bansos tahap tiga ini. Namun, menunggu dulu hasil evaluasi dari tim gugus tugas atas penyaluran sebelumnya,” ucap Taufan belum lama ini di Bandung, Minggu (2/8)

Taufan menjelaskan, bansos tahap pertama disalurkan dalam waktu 65 hari dengan delapan komoditi. Pun bansos tahap dua, disalurkan sekitar 15 hari, dari 8 Juli hingga 23 Juli dengan sembilan komoditi.

Menurutnya, bansos tahap dua menjadi sembilan komoditi arena telur diganti dengan masker dan susu. Perubahan komoditi ini cukup membantu proses pengepakan ataupun penyediaan bahan pokok yang harus disalurkan.

“Melihat bansos tahap dua, kami yakin bansos tahap tiga ini akan lebih cepat disalurkan. Karena komoditinya sudah siap dan sudaj tersedia,” jelasnya.

Dikatakannya, komoditi yang disalurkan dalam program bansos tetap mengikutsertakan masyarakat UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) untuk memasoknya.

Untuk diketahui, paket bansos tahap pertama diberikan kepada 1,8 juta penerima, sementara bansos tahap dua diberikan kepada 1,3 juta penerima atau ada pengurangan sekitar 600 ribu penerima.

“Untuk tahap tiga kemungkinan akan semakin berkurang karena warga terdampak juga semakin berkurang. Tapi kami masih menunggu perintah dari Pemprov Jabar, kami hanya operator yang menyalurkan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Mohammad Arifin Soedjayana mengatakan untuk penyaluran paket bansos tahap III.

Sebab, masih dalam kajian mulai komoditi paket bansos hingga kemungkinan penyaluran bansos diperpanjang karena pandemi Covid-19 belum dapat diprediksi kapan berakhir.

“Rapat dengan dewan ada keinginan seperti provinsi lain, bansos diperpanjang tapi jumlah paket dikurangi, tapi hal itu belum diputuskan,” cetusnya.

Arifin mengatakan, capaian penyaluran paket bansos Jabar tahap II ini jauh lebih baik dibandingkan tahap I yang memakan waktu hingga 65 hari. Bahkan, berdasarkan hasil evaluasi, jumlah paket bansos yang dikembalikan hanya 1.745 paket.

“Retur itu 0,0 sekian (0, 12) persen, tahap pertama 3,5 persen sedangkan DTKS 2,5 persen retur-nya. Adapun retur karena alamat tidak lengkap, meski sudah di-cleansing. Tapi lainnya pada tahap dua ini lebih baik dan lebih bagus dari tahap pertama,” paparnya.

Lebih lanjut, Arifin mengungkapkan, melesetnya capaian target penyaluran bansos juga disebabkan adanya kabupaten/kota yang mengajukan penundaan, seperti Kabupaten Subang yang baru 17 persen penyerapannya karena baru mulai disalurkan Jumat 17 Juli 2020 lalu.

“Tidak hanya Subang, Kabupaten Sukabumi pun sempat menunda penyaluran, sehingga serapannya baru sekitar 48 persen,” ungkapnya. (rls)