Wagub Tinjau Penyaluran Bansos Pusat

GARUT – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mendampingi Menteri Sosial (Mensos) RI Juliari P. Batubara meninjau penyerahan bantuan sosial (bansos) Kemensos tahap ketiga di Kantor Pos Bayongbong dan Kantor Desa Neglasari, Kabupaten Garut, Jumat (19/6).

Menurut Uu, ada dua bentuk kemiskinan. Pertama adalah kemiskinan yang berkaitan dengan dunia atau materi. Kedua, kemiskinan yang berkaitan dengan ukhrawi.

“Artinya, harapan kami Pak Menteri, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Jawa Barat, bukan hanya bantuan materi yang diberikan, tetapi juga ada bantuan dan program ukhrawi,” kata Uu.

Uu mengatakan, selain bansos tunai Kemensos sebesar Rp 600 ribu, bansos provinsi tahap II akan segera disalurkan dengan data penerima yang lebih akurat.

Mensos RI Juliari P. Batubara mengatakan, bansos tunai dari Kemensos akan diperpanjang hingga Desember 2020 dengan besaran Rp 300 ribu per bulan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selain bansos, kata Juliari, pemerintah pusat sudah mulai menjalankan program pemulihan ekonomi. “Seperti program pemulihan ekonomi untuk UMKM, intensif perpajakan,” kata Juliari.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) merespons kabar rusaknya komoditas telur dalam bantuan sosial (bansos) provinsi di Desa Padawaras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, dengan cepat.

Ketua Divisi Pemberdayaan Aparatur, Non Aparatur, dan Masyarakat, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 yang juga Ketua Tim Penyaluran Bansos Provinsi Jabar Dudi Sudradjat Abdurachim mengatakan, telur dalam keadaan rusak sudah diganti oleh Bulog Divre Jabar.

Selain itu, kata Dudi, pihaknya melalui Surat Perintah Sekretaris Daerah Jabar menugaskan para eselon 2 sebagai petugas penghubung (liasion officer) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Jabar. Tujuannya mengantisipasi hambatan-hambatan dalam pendistribusian bansos provinsi.

BACA JUGA:  Bupati Subang Serahkan 1 Ton Gabah untuk Petani Wanareja yang Gagal Panen

“Salah satu tugas para LO adalah memperbaiki hubungan komunikasi antara gugus tugas propinsi dan kabupaten/kota. Untuk saat ini, para LO ditugasi khusus untuk monitoring evaluasi terhadap bansos provinsi, menyelesaikan dan mengantisipasi hambatan dalam penyaluran bansos,” kata Dudi.

Pimpinan Wilayah Bulog Divre Jawa Barat Taufan Akib menambahkan, pihaknya langsung mengganti telur yang rusak dalam bansos setelah mendapatkan kabar tersebut.

“Langsung diganti, tim sudah meluncur ke lokasi warga yang komplain ada telur yang rusak,” kata Taufan.

Menurut Taufan, telur sebanyak 113 trey atau 1.140 butir itu merupakan perpindahan dari Kabupaten Indramayu. Meski begitu, pihaknya lebih dulu memeriksa paket tersebut sebelum masuk PT Pos Tasikmalaya untuk didistribusikan.

“Sudah kami sortir aman sebelum dikirim. Di posko tidak ada masalah, namun memang telur memiliki sifat yang terbatas. Komitmen kami jelas langsung mengganti telur tersebut,” pungkasnya. (rls)