Warga Keluhkan Tak Ada Layanan Bus AKAP di Terminal Subang

terminal subang
SEPI: Kepala Satuan Pelayanan Terminal Subang, Bambang Argo saat memberikan arahan kepada petugas di Terminal Subang. Nampak sepi tidak ada penumpang lantaran tida ada kendaraan AKAP. YUGO EROPSI/PASUNDAN EKSPRES

Tunggu Izin Operasional Kemenhub

SUBANG-Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, berdampak pada penghentian sementara layanan transportasi Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) kedua wilayah tersebut. Terminal Subang pun termasuk bagi angkutan umum jurusan Subang-Jakarta maupun sebaliknya.

Seperti di terminal Subang yang hanya melayani kendaraan jenis Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Padahal, layanan AKAP sangat diperlukan oleh banyak masyarakat Subang.

Calon penumpang, Rahman. S (40) menginginkan diadakannya kembali layanan AKAP seperti bus untuk jurusan Subang-Jakarta. Pasalnya, saat ini sudah masuk waktunya dirinya untuk berkerja kembali.

Baca Juga: Karyawan Terminal Wisata Grafika Cikole Ikuti Rapid Tes

“Saya kesulitan mencari angkutan jurusan Subang-Jakarta, karena tidak ada bus di terminal Subang yang bisa ditumpangi. Padahal saya ada kerjaan di Jakarta yang harus di selesaikan,” kata Rahman kepada Pasundan Ekspres, Minggu (22/6).

Ia pun mengaku sudah memiliki surat izin keluar masuk (SIKM). Namun lantaran tidak ada bus AKAP terpaksa harus menunda pemberangkatan ke Jakarta. “Padahal sudah meminta SIKM tapi tetap saja kalau gak ada bus nya mau gimana,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan calon penumpang lainnya, Rizky F. Ia mengaku akan pergi ke Bekasi untuk bekerja kembali sebagai tukang eskrim. Seharusnya, ada angkutan yang bisa beroperasi asalkan menerapkan protokol kesehatan.”Saya sudah ditelpon bos saya dari sana, tadi saya ke terminal bus tidak ada,” ucapnya.

Kepala Satuan Pelayanan Terminal Subang, Bambang Argo mengatakan sampai saat ini operasional bus AKAP masih belum bisa berjalan. Hal itu lantaran belum ada izin dari Kementerian, sehingga tidak ada kendaraan yang beroperasional.

“Bus AKAP yang ada disini kan seperti AC prima 3 unit, kramat jati 15 unit dengan cadangan 5 unit, warga baru 30 unit dengan cadangan 10 unit. Itu semua sekrang tidak beroperasional,” kata Bambang.

BACA JUGA:  Investor Asing Lirik Potensi Perekonomian Jawa Barat

Adapun saat ini terminal Subang hanya melayani kendaran AKDP, seperti jurusan Subang-Bandung, Subang-Cikampek. Itu pun, dikatakannya, hanya sedikit penumpang yang memnggunakan jasa kendaraan tersebut. “Kalau Elf ada 10 unit, nah itu dengan trayek Subang-Bandung dan Subang-Cikampek. Tapi ya itu tadi penumpang nya juga sedikit,” ungkapnya.

Pihaknya pun masih menunggu instruski pemeberlakukan operasional bus AKAP dari Kementerian. Mengingat kondisi di Jakarta masih dalam status zona merah. “Kita masih menunggu instruksi dari Kementrian,” pungkasnya.(ygo/sep)