Kasus PMK Tinggi, Pemda Kabupaten Bandung Barat Belum Tangani Serius Wabah

CEK PETERNAKAN: Anggota DPRD KBB Yana Rodiana tengah memantau kondisi peternakan sapi perah di Lembang. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES
CEK PETERNAKAN: Anggota DPRD KBB Yana Rodiana tengah memantau kondisi peternakan sapi perah di Lembang. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES
0 Komentar

BANDUNG BARAT-Menyoroti tingginya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Anggota DPRD KBB Yana Rodiana merasa geram akibat penanganan PMK yang belum menyentuh lapisan bawah.

Yana mengungkapkan, populasi sapi perah terbesar di KBB ada di Lembang karena mayoritas masyarakat Lembang berprofesi sebagai peternak sapi perah.

Namun, penanganan secara serius langsung ke peternak belum dirasakan oleh peternak.

Baca Juga:Jaga Kepuasan Konsumen, Ekspedisi Anteraja Layani Antar Jemput PaketJelang Idul Adha, 3.827 Ternak Sapi dan Domba di Lembang Terpapar PMK

“Harusnya pemerintah KBB fokus terhadap upaya-upaya penanganan penyebaran PMK di Lembang, sebab Lembang ini daerah peternakan sapi terbesar di KBB,” jelasnya.

Bahkan, Dinas Terkait menurutnya harus segera mengajukan anggaran darurat untuk penanganan wabah PMK yang dapat merugikan masyarakat banyak. Dan melakukan koordinasi yang intens kepada pemerintah pusat.

Yana mendorong Dinas Peternakan KBB untuk menyentuh langsung peternak dalam penanganan PMK, khususnya peternak sapi perah karena pemasok susu nasional terbesar dari Lembang.

“Harusnya segera melakukan Vaksinasi untuk sapi, kalo sudah gini kan kasian peternak, semua menjerit dan menangis,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Sukajaya, Asep Cahya Wijaya mengakui di wilayahnya banyak laporan hewan ternak yang terpapar PMK.

“Kalo laporan udah lebih 20 ekor, kalo sama pedet (anak sapi) mungkin lebih. Ada yang dibawa ke jagal atau ada juga yang di kubur (karna mati),” kata Asep.

Dirinya mengungkapkan, belum ada langkah kongkret dari Dinas Peternakan untuk menangani kasus PMK di wilayahnya.

Baca Juga:Produk UMKM Kelurahan Palumbonsari Masuk Swalayan dan HotelModal Terjangkau untuk Tambah Pendapatan, Pemdes Kamarung Prakarsai Budidaya Ikan Lele

“Sampai saat ini belum ada apa-apa,. Ingin bapak mah dinas terkait cepat respon. Kalo mantri ada dari KPSBU hanya untuk anggotanya saja,” ujarnya.

Asep berharap ada penanganan cepat sebelum wabah PMK menyebar lebih luas.

“Ngga ada kata terlambat meskipun terlambat secepatnya ada tindakan dari dinas terutama dari bagian kesehatan hewan,” ucapnya.(eko/sep)

 

0 Komentar