Kurikulum Paradigma Baru, Sebuah Harapan dan Tantangan Bagi Guru

Kurikulum Paradigma Baru, Sebuah Harapan dan Tantangan Bagi Guru
0 Komentar

Oleh :
Siti Nurhamidah,S.Pd

(Guru geografi SMA Negeri 6 Banjarmasin)

Di era yang serba digital ini guru sebagai salah satu aktor dalam bidang pendidikan mempunyai peran besar dalam menentukan keberhasilan peserta didiknya. Mereka harus berusaha mempersiapkan peserta didiknya untuk kehidupan masa depan yang lebih baik, bermutu, dan bermakna, oleh karena itu dalam proses perjalanan pendidikan, seorang guru harus mempunyai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum merupakan alat, arahan dan pedoman bagi guru dalam melaksanakan perannya sebagai pengajar dan pendidik.

Seorang Akhir-akhir ini dunia pendidikan di Indonesia lagi booming memperbincangkan kurikulum baru yang disampaikan oleh Mas Menteri dalam perayaan Hari Guru Nasional 25 November 2021 yang lalu . namun sejatinya menurut Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim kurikulum itu bukanlah kurikulum baru, namun sekadar penyempurnaan dan penyederhanaan dari kurikulum 2013 dan wewenang penerapan kurikulum baru ini diberikan kepada masing-masing sekolah. Terpikir di benak mereka tersirat berbagai macam asumsi tentang kurikulum baru nanti. “Wah… ganti RPP lagi”, “mengubah jam pelajaran lagi…”, dsb. Sebenarnya apa saja yang baru dari kurikulum itu.

Secara umum struktur  Kurikulum Paradigma Baru dibagi menjadi dua bagian yakni yang pertama tentang kegiatan intrakurikuler berupa tatap muka dalam kelas;  yang kedua tentang kegiatan proyek, yang dilakukan untuk mencapai Profil Pelajar Pancasila. Mengenai Jam Pelajaran, jumlah jam pelajaran pada setiap jenjang sama dengan yang berlaku pada K-13. Sekitar 20 % – 30 % dari jam pelajaran yang tersedia pada Kurikulum Paradigma Baru dialokasikan untuk kegiatan proyek. Tetapi Kurikulum Paradigma Baru tidak menetapkan jam pelajaran perminggu seperti yang selama ini berlaku di K-13 melainkan pertahun

Baca Juga:Siap Tinggalkan Pasar Smartphone? LG Patenkan Layar Lipat Perangkat MobilIni Dampak Buruk Merokok Terhadap Mr P Di Kemudian Hari, Salah Satunya Bikin Lembek

Pada K-13 ada istilah KI dan KD sebagai acuan kompetensi yang harus dicapai siswa, sedangkan pada Kurikulum Paradigma Baru terdapat Capaian Pembelajaran (CP) yang merupakan rangkaian  pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan sehingga membangun kompetensi yang utuh.

Pengembangan pembelajaran dilakukan seperti Literasi dasar dan STEAM(Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics), STEAM harus dikenalkan sejak pendidikan PAUD. Mata pelajaran IPAS sebagai gabungan pelajaran IPA dan IPS di SD, dan baru akan kembali menjadi mapel IPA dan IPS sebagai mapel di SMP. Mata pelajaran Informatika menjadi mapel wajib di SMP setelah sebelumnya dibuang dengan alasan saat ini era digital.

0 Komentar