Cinta Laura, Merasa Bersalah Jika Beli Tas 30 Juta, Alasannya Bikin Netizen Terenyuh, Benarkah?

Cinta Laura, Merasa Bersalah Jika Beli Tas 30 Juta, Alasannya Bikin Netizen Terenyuh, Benarkah?
Cinta Laura, Merasa Bersalah Jika Beli Tas 30 Juta, Alasannya Bikin Netizen Terenyuh, Benarkah?

Cinta Laura Merasa Bersalah Jika Beli Tas 30 Juta, Alasannya Bikin Netizen Terenyuh, Benarkah?

Cinta Laura jadi trending topic di twitter usai memposting video tentang pengakuan dirinya bahwa dia Ogah beli tas 30 juta, yang alasannya bikin netizen terenyuh. Meski ada pro dan kontra dengan postingannya tersebut, namun perkataannya layak diapresiasi positif.

Cinta Laura mengaku bahwa dia adalah orang yang sangat hemat dalam hal apapun di kehidupannya.

“Enggak hanya pakaian, tapi soal everything. Aku orangnya hemat banget,” kata Cinta Laura, dikutip dari kanal YouTube Gritte Agatha, Minggu (30/5/2021).

“Aku guilty (merasa bersalah) kalau ngebeli sesuatu yang baru atau mahal. Misalnya tas branded Rp 30 juta, bayangkan berapa keluarga atau anak yang bisa aku sekolahin dan kasih makan dengan uang Rp 30 juta,” jelas Cinta.

Berikut penuturan Cinta Laura Via Youtube Channel Gritte Agatha

“Walaupun mungkin bajunya biasa saja, misalnya aku ke toko di mal, bajunya harganya di bawah satu juta, aku tetap mikir (untuk membeli),” ujarnya.

“Aku mikir staf aku di rumah, mbak aku, driver aku, gajinya segini setiap bulan, dengan aku membeli baju lima atau sepuluh, sudah mendekati salary mereka. I feel bad, I feel really bad,” lanjut Cinta Laura

Meski begitu, Cinta mengaku pernah membeli tas branded, namun dalam waktu lima tahun sekali. “Desember lalu aku ke Dubai, syuting iklan. Aku beli satu tas branded. Tapi itu pertama kalinya dalam lima tahun. Ini kayaknya aku beli tas branded setiap lima tahun,” ucap Cinta..

Hal tersebutlah yang membuat netizen terenyuh dan salut serta merasa bahwa selama ini salah menilah sosok Cinta yang dikira glamour padahal hidup berhemat dan sederhana serta memikirkan sekitarnya.

Jadi, artis sekelas Cinta Laura saja bisa berhemat, akankah kita tidak bisa berhemat apalagi di masa Pandemi ini? (Re/JUNI)