Lahan Subur di Bandung Utara untuk Sayuran atau Ganja?, Enam Bulan Polisi Ungkap Dua Ladang

Lahan subur di Bandung Utara
SIAP PANEN: Kapolres Cimahi AKBP Yoris Maulana terjun langsung ke lokasi Bukit Unggul untuk mengungkap lading ganja. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

BANDUNG-Lahan subur di Bandung Utara, bukan hanya menjadi surga para petani, namun menjadi lahan subur bagi para pecinta marijuana untuk menanam ganja yang kemudian diedarkan di tempat lain.

Buktinya, dalam kurun waktu 6 bulan terakhir Kepolisian Polres Cimahi pada tahun 2020, telah mengungkap sedikitnya dua lokasi kebun ganja di wilayah Bandung Utara. Satu kasus lainnya, pada akhir tahun 2019.

Pada akhir tahun 2019, ditemukan sebanyak 21 tanaman ganja tinggi pohon 5 sentimeter, 70 sentimeter dan 130 sentimeter. Ganja ditanam RT (57) warga Komplek Trinity Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat yang diamankan anggota Polsek Cisarua.

Baca Juga: Petani Penanam Ganja, Penggarap Ilegal di Lahan PTPN VIII

Pengungkapan kepemilikan pohon ganja ini berawal dari laporan masyarakat, bahwa ada tanaman ganja yang ditanam menggunakan pot bunga. Lalu anggota Polsek Cisarua melakukan pengecekan ke rumah RT.

Kepada polisi RT mengaku menanam ganja untuk dimanfaatkan minyaknya untuk pengobatan kanker. RT pun mengaku mendapatkan bibit ganja dari rekannya sekitar tiga bulan lalu dan mulai belajar cara menanam ganja di rumahnya.

Pelaku tak tau tanam ganja melanggar hukum

Anehnya, RT baru tahu jika menanam ganja adalah perbuatan dilarang setelah dirinya diberitahu polisi. Dia beralasan memakai ganja melanggar hukum jika dipakai mabuk-mabukan atau dijual.

Kemudian Minggu (29/3), Sat Narkoba Polres Cimahi telah mengungkap 11 pohon ganja siap panen setinggi 150-200 centimeter. yang ditanam di sebuah kebun di Kampung/Desa Cibogo Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Pengungkapan kasus bermula saat salah satu pelaku, A diamankan polisi karena kedapatan memiliki ganja basah. Berdasarkan barang bukti tersebut. Petugas kemudian menangkap pelaku lainnya berinisial J di rumahnya.

Pengakuan salah satu pelaku, pohon ganja baru ditanam sekitar bulan Desember 2019 yang bibitnya diperoleh dari Jakarta. Menurut pengakuan pelaku Ganja dipanen dua hari sekali dan hanya dipakai untuk pribadi.

Tidak berhenti disana, Sat Narkoba Polres Cimahi pada Minggu (12/7) pekan lalu, menguak lebih besar lahan ganja di lahan subur Bandung Utara.

Pada lahan seluas satu hektar di Bukit Unggul Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung berbatasan dengan Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang Bandung Barat, jajaran Satres Narkoba Polres Cimahi mengungkap puluhan batang pohon ganja yang baru berumur sekitar 3 minggu. Kemudian 3 kg ganja kering siap edar serta seorang pelaku berinisial Y yang bertugas menjaga lahan.

Pengungkapan kasus yang langsung dipimpin Kapolres Cimahi, AKBP Yoris Maulana Yusuf Marzuki itu dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Kapolres bersama puluhan anggota menaiki motor trail ke lokasi lahan ganja. Sepanjang perjalanan, rombongan melewati jalan berliku dan terjal dengan melintasi perbukitan.

Tangkap tiga pelaku pengedar lainnya

Dari seorang yang ditangkap itu, polisi kemudian lakukan pengembangan kembali, hingga berhasil menangkap tiga pelaku pengedar lainnya di berbagai lokasi. Sampai akhirnya, mengungkap lahan ganja seluas kurang lebih 1 hektar di tengah-tengah perkebunan milik PTPN VIII.

Yoris menyebutkan, para pelaku menanam ganja secara acak dan di sela-sela tanaman sayuran agar tak terendus warga maupun aparat berwajib. Dalam setahun terakhir, pohon ganja ini telah dipanen sebanyak empat kali.

Pada operasi tersebut Polisi sudah menangkap lima orang pelaku selama satu minggu terakhir. Yoris memerintahkan anggotanya agar lakukan penyisiran area perkebunan karena diperkirakan masih ada pohon ganja yang belum ditemukan polisi.

“Penemuan lahan ganja ini adalah hasil pengembangan dari tertangkapnya satu orang pengedar pada minggu lalu oleh anggota Satres Narkoba,” kata Yoris.

Dalam kurun waktu satu tahun, para pelaku sudah melakukan tiga kali panen, dan setiap panen menghasilkan 40 kg ganja kering. “Pelaku sudah menanam ganja selama setahun di sini, setiap tiga bulan sekali dipanen dan panen terakhir sekitar 3 minggu lalu.

Sekali panen dapat menghasilkan 40 kg ganja kering. Jika 1 kg ganja dijual Rp6 juta berarti sampai saat ini pelaku sudah menghasilkan uang sebesar Rp240 juta,” bebernya.

Atas keberhasilan dari Sat Narkoba Polres Cimahi yang sudah mengungkap kebun ganja tersebut, adalah berkat kerja tim Sat Narkoba Polres Cimahi yang rela menginap di hutan.

“Kami apresiasi para anggota Satres Narkoba yang sudah seminggu berada di dalam hutandemi mengungkap kasus ini, bahkan ada satu anggota yang sekarang mengalami sakit. Saya usulkan kepada pimpinan agar mereka mendapat reward dari Kapolda,” jelasnya.(eko/vry)

Lokasi 1
Kampung/Desa Cibogo Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat
Diungkap: Minggu, 29 Maret 2020

Lokasi 2
Bukit Unggul Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung berbatasan dengan Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang Bandung Barat
Diungkap: Minggu 12 Juni 2020