Mendamba Keluarga Muslim Ideal

Mendamba Keluarga Muslim Ideal
0 Komentar

Mirisnya, untuk menguatkan sterilisasi peran agama dibuat narasi negatif terhadap nilai-nilai ajaran agama, khususnya Islam. Seolah-olah agama dipandang sebagai sumber masalah. Keluarga yang berusaha taat menjalankan nilai- nilai Islam secara menyeluruh dikhawatirkan akan menumbuhkan benih-benih radikalisme. Seperti, anak-anak perempuan yang dibiasakan menutup aurat sejak dini oleh orang tua misalnya. Atau peran isteri diranah domestik dianggap sebagai bentuk ketidakadilan dan lain sebagainya. Disadari atau tidak, anggapan tersebut menegaskan penentangan mereka terhadap syariah Islam.

Padahal, hancurnya ketahanan keluarga yang meningkat dari waktu ke waktu, lahir dari sistem hidup sekarang yang tidak berbasiskan pada syariah Islam.

Sepatutnya menyadari, penyebab berbagai problematika yang mendera kehidupan keluarga Muslim saat ini, bukan sekedar masalah minim ilmu dan wawasan individu para pelakonnya. Namun, lebih dari itu, tekanan sistem hidup berbasis sekuler liberal yang ikut berkontribusi pada rapuhnya ketahanan keluarga.

Baca Juga:Katana Dan Destana, Senjata Ampuh Pengurangan Risiko BencanaPeran Informasi Spasial Dalam Meminimalisir Dampak Bencana

Oleh karena itu, sudah saatnya keluarga Muslim memacu untuk mengenal dan memahami agama (Islam) secara utuh dan mengimplementasikannya dalam kehidupan. Tidak ada aturan selain Islam yang akan menjadikan keluarga menjadi keluarga Ideal yang tangguh, dan memiliki daya tahan terhadap krisis.

Allah Swt berfirman :
“Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, sesungguhnya bagi dia penghidupan yang sempit.” (Q.S Thaha:124)

Dalam pandangan Islam, untuk mewujudkan keluarga Muslim yang ideal, tidak sebatas mengatur perkara hak dan kewajiban masing-masing suami-isteri serta apa saja yang boleh dan terlarang untuk dilakukan setiap anggota keluarga. Mewujudkan keluarga Muslim yang ideal, butuh ditunjang oleh sistem hidup yang melaksanakan aturan-aturan Islam dalam segala aspek. Misalkan, agar kehidupan rumah tangga terhindar dari perceraian akibat tekanan ekonomi, dibutuhkan sistem ekonomi yang dibangun oleh negara yang menyediakan kemudahan lapangan kerja bagi para suami dan tidak ada eksploitasi ekonomi terhadap perempuan. Bahkan dengan politik ekonomi yang dimiliki Islam, keluarga akan mendapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokoknya.

Dalam pendidikan, disiapkan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas. Semua dilakukan untuk menjadikan terciptanya generasi yang berkualitas. Begitupun dalam aspek sosial budaya, akan diterapkan budaya Islam dan sistem pergaulan Islam yang tidak akan memberi peluang terjadinya budaya pergaulan bebas yang bisa merusak tatanan keluarga.

0 Komentar