Minggat Kunci Sukses Nasir

Minggat Kunci Sukses Nasir
0 Komentar

Nasir bingung. Juru mesinnya sombong. Ia ajak bicara tidak mau menjawab. Akhirnya ia tahu: juru mesin itu bisu tuli. Cerita yang ia dapat: juru mesin itu dulunya tentara. Dihajar sampai ringsek. Akibat menembak komandannya.
Sang juru mesin berhasil lari dari penjara. Entahlah.

Yang jelas Nasir berhasil berkomunikasi dengan si bisu-tuli. Dengan bahasa mesin.

Satu hari satu malam kapal itu berlayar. Terlihatlah daratan Kalimantan. Kapal memasuki Muara Sungai Berau. Menyusuri sungai ke hulunya. Ke kota Tanjung Redeb, ibukota Berau.

Baca Juga:Hari Aids Sedunia, WAPA PANTURA Dikunjungi Dewan Pertimbangan PROPERRawan Banjir, Cipta Karya Kaji Drainase Kota

Nasir disenangi seluruh awak kapal. Saat kapal sandar di dermaga Tanjung Redeb Nasir bingung: mau ke mana. Ini perantauan pertamanya ke luar Sulawesi.

Ia pun menghadap kapten kapal: minta ijin tinggal di kapal. Sebelum mendapat pekerjaan.

Hari pertama Nasir keliling kota kecil itu. Mencari bengkel. Yang pemiliknya orang Bugis. Ia melamar. Dengan senjata ijazah STM-nya.

Ditolak.
Besoknya datang lagi.
Ditolak lagi.

Hari ketiga Nasir datang lagi. Kali ini harus berhasil. Sore itu kapalnya akan berangkat ke Pare-pare. Tidak ada lagi tempat menginap.

Kepada pemilik bengkel Nasir menyatakan ini: tidak usah digaji. Asal diberi makan. Dan boleh tidur di bengkel itu.
Diterima.

Nasir mengerjakan apa saja di bengkel itu. Bengkel Wira Karya itu.

Bengkel itu kini sudah tidak ada. Sudah dibeli orang. Ditutup. Kini sedang dibangun hotel. Di dekat dealer Honda itu.

Baca Juga:24 Mojang Jajaka 2018 Mandi LumpurEmpat Desa Terancam Tenggelam, Kondisi Tanggul Kalen Bawah Rawan Jebol

Teman Nasir di bengkel itu pun senang. Nasir rajin. Suka membantu teman. Bosnya pun bersimpati.

Tiga bulan kemudian bengkel mengalami kesulitan: tidak ada yang bisa memperbaiki persoalan mobil konsumennya.

Mobil itu baru: Daihatsu Hiline. Untuk angkutan penumpang. Jarak jauh. Dari Tanjung Redeb ke Biduk-biduk. Lewat hutan. Bukit. Sungai tak berjembatan. Jalannya tidak ada yang beraspal. Kalau hujan harus berhenti. Atau harus didorong. Tiga hari baru sampai.

Mobil itu tidak kuat naik gunung.

Dimasukkan lah ke bengkel Wira Karya. Tidak ada yang bisa memperbaiki. Pun kepala bengkelnya.
Nasir minta ijin menanganinya. Anak kecil itu.

0 Komentar