Model Pembelajaran JIG-COO: Solusi Pembelajaran Geografi di Masa IKM ( Implementasi Kurikulum Merdeka )

Model Pembelajaran JIG-COO: Solusi Pembelajaran Geografi di Masa IKM ( Implementasi Kurikulum Merdeka )
0 Komentar

(http://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/profil-pelajar-pancasila ), sehingga dalam proses pembelajaran seharusnya dilakukan dengan model pembelajaran yang bisa menciptakan aktivitas agar peserta didik mempunyai karakter yang di maksud. Kondisi ini yang mendorong guru geografi di sekolah untuk mengadakan terobosan guna meningkatkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan peserta didik beserta sekaligus penerapan PPP yang dimaksud dalam peraturan menteri tersebut. Sehingga dalam proses pembelajarannya guru memerlukan model pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik untuk mengeksplorasi materi yang mendalam dan luas, sekaligus meningkatkan penerapan PPP, sehingga peserta didik diharapkan dapat menjalankan proses belajar yang aktif, kreatif, menyenangkan, mampu mengomunikasikan hasil pembelajaran dan sekaligus meningkatkan pemahaman materinya. Guna mewujudkan kegiatan proses pembelajaran yang diharapkan dapat menghasilkan proses seperti yang dimaksud, maka guru menerapkan model pembelajaran Jig-Coo ( yaitu kombinasi model pembelajaran Jigsaw dan cooperative script ).
Tahapan model pembelajaran Jig-coo dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

(1) Memilih materi belajar yang dapat dipisah menjadi beberapa bagian.

(2) Hitung jumlah bagian belajar dan jumlah peserta didik ( kelompok asal ). Dengan satu cara yang pantas, bagikan tugas yang berbeda kepada kelompok peserta yang berbeda.

(3) Setelah selesai, bentuk kelompok Jigsaw Learning (kelompok ahli). Setiap kelompok ada seorang wakil dari masing-masing kelompok dalam kelas yang memiliki materi yang sama berkumpul dalam satu kelompok.

Baca Juga:Catatan Harian Dahlan Iskan: Cari CintaADAB BERINTERAKSI MAHASISWA-DOSEN

(4) Kemudian bentuk kelompok peserta didik Jigsaw Learning ( kelompok ahli). Peserta didik mengeksplorasi materi dan berdiskusi untuk memahami materi yang menjadi keahlian mereka. Kelompok ini mereka melakukan kegiatan eksplorasi materi, membuat dokumen untuk melakukan presentasi tentang materi keahliannya, sekaligus mempersiapkan kedalaman penguasaan materi, agar menjadi lebih percaya diri ketika berpresentasi di kelompok asal mereka.

( 5 )Kegiatan selanjutnya adalah kembali ke kelompok asal. Pada kelompok ini kegiatan yang dilakukan adalah mempresentasikan bahan yang didapatkan pada kelompok ahli untuk didesiminasikan atau dijelaskan pada kelompok asal masing – masing.

( 6 ) Tahap lanjutan dari kombinasi ini adalah pembentukan kelompok pasangan sebagai langkah presentasi pada tahap yang terakhir, sebagai langkah pemantapan dan sekaligus penilaian teman sebaya, untuk menilai masing – masing pasangannya. Peserta didik sudah lebih memahami materi karena sudah melakukan presentasi sudah beberapa kali ( pemahaman dikelompok ahli, presentasi awal di kelompok asal dan presentasi terakhir di kelompok pasanagn. Mereka semakin mantap pengetahuannya dan juga meningkatkan ketrampilan presentasi pada masing – masing individu yang merupakan suatu keharusan pada implementasi kurikulum merdeka ini.

0 Komentar