AFPI: Vaksin COVID-19 Berikan Dampak Positif Terhadap Roda Ekonomi

Perajin mengemas masker berbahan kain batik motif khas Kalteng di Galeri Riak Renteng Tingang, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2020). Dalam sehari sanggar tersebut mampu memproduksi 100 buah masker kain batik dengan harga jual Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per buah tergantung jenis motif dan ukuran serta dipesan dan dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.

JAKARTA – Pemerintah telah menyatakan untuk menghadirkan vaksin COVID-19 di Indonesia. Rencana pemerintah terkait vaksin diharapkan menjadi salah satu cara untuk menangani pandemi dan membangkitkan ekonomi Indonesia. Sektor teknologi keuangan yang selama ini banyak mendukung UMKM di masa pandemi ini untuk bertahan dan bangkit menyambut baik kehadiran vaksin ini.

Adrian Gunadi, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengatakan bahwa rencana pemerintah untuk melakukan vaksinasi COVID-19 merupakan sebuah harapan bagi bangsa Indonesia. “Vaksin COVID-19 pasti menjadi harapan kita semua, karena semakin cepat virus terkendali tentunya akan memberikan dampak langsung terhadap roda ekonomi dan juga kegiatan UMKM yang menjadi target penyelenggara fintech lending di AFPI,” harap Adrian.

Adrian juga menambahkan bahwa bila pemerintah dapat memberikan kepastian rencana vaksinasi COVID-19 tentunya akan sangat bermanfaat bagi dunia usaha. “Diharapkan adanya kepastian vaksin akan memberikan kepastian planning bagi dunia usaha khususnya UMKM dan tentunya akan dapat meningkatkan kepercayaan publik,” tambah adrian.

Kebangkitan UMKM akan menjadi pendorong utama untuk menggerakan kembali perekonomian Indonesia, oleh karenanya, vaksin yang bertujuan untuk menimbulkan kekebalan pada tubuh ini sangat diharapkan kehadirannya. “Semoga dengan adanya vaksin COVID-19 yang aman dan berkhasiat dapat membuat aktivitas masyarakat kembali normal sehingga pelaku UMKM yang memang bergantung pada aktivitas masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” tambah Adrian.

Diinformasikannya, AFPI dan anggotanya telah memberikan kontribusi besar bagi UMKM Indonesia selama masa pandemi dengan menyalurkan pinjaman untuk modal usaha. Pinjaman modal usaha yang cepat dari perusahaan fintech lending sangat membantu UMKM yang memang belum banyak memiliki akses ke bank.

Menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Agustus 2020, saat ini terdapat sekitar 157 perusahaan fintech lending atau yang memberi pinjaman di Indonesia dengan total aset hampir Rp 3,2 triliun. Setidaknya 54 persen dari 12,8 juta peminjam P2P adalah UKM. Penyaluran kredit tersebut menyumbang 55 persen dari Rp 54,71 triliun pinjaman yang disalurkan oleh fintech tahun lalu.

“Kami berharap vaksin dapat meningkatkan harapan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat sehingga dapat kembali beraktivitas dengan lebih optimal. Tentunya kami juga siap sedia membantu dalam kapasitas kami apabila dibutuhkan,” tambah Danu Wicaksana, Managing Director of Good Doctor Technology Indonesia.

Berdasarkan statistik OJK per September 2020, penyaluran pembiayaan baru fintech lending mencapai Rp 6,82 triliun atau naik 39 persen (month to month/mtm). Sedangkan sebelum pandemi, pembiayaan baru fintech lending pada Desember 2019 sampai Maret 2020 tercatat pada kisaran Rp 6,8 triliun sampai Rp 7,1 triliun.(adv)