Demokrat Usul Jokowi Pecat Menteri Kesehatan

JAKARTA– Penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia semakin meningkat. Sejak ditemukan kasus pertama awal Maret lalu, penyebaran penderita Covid-19 terus bertambah.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui situs kemkes.go.id pada Jumat (18/9/2020), total kasus Corona di Indonesia berjumlah 236.519.

Pasien sembuh mengalami penambahan 4.088, sehingga totalnya menjadi 170.774. Sementara pasien yang meninggal bertambah 114 orang, sehingga kasus pasien yang meninggal akibat COVID-19 di Indonesia hingga saat ini berjumlah 9.336.

Melihat kondisi ini, politisi Partai Demokrat, Syahrial Nasution menyarankan Presiden Joko Widodo untuk segera mengganti Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

“Pak @jokowi Yth. Apa tidak bisa Menkes Terawan dicopot? Diganti dulu sama yang punya kemampuan epidemiologi. Bukan radiologist,” kata Syahrial di akun Twitternya, Sabtu (19/9/2020).

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat itu menambahkan, Presiden Jokowi bisa mengangkat kembali Terawan sebagai menteri kesehatan jika pandemi telah berakhir.

“Kalau Covid-19 sudah teratasi, silahkan angkat lagi jadi Menkes,” lanjutnya.

Diketahui, Kantor Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan juga menjadi klaster (cluster) penularan COVID-19 tertinggi di DKI Jakarta. Selain itu, kementerian lain pun menjadi kalster pandemi virus corona.

Dikutip dari data Network Graph Penularan COVID-19 yang dipublikasikan di https://corona.jakarta.go.id/id/data-visualisasi, jumlah kasus di masing-masing kementerian itu mencapai 139 dan 90 kasus. Data tersebut terakhir dimutakhirkan pada 7 September 2020.

Cluster terbanyak urutan ketiga adalah Badan Litbangkes Kemenkes dengan angka mencapai 49. Kemudian di urutan keempat dan kelima adalah Kementerian Keuangan dan Kemenkumham dengan jumlah masing-masing 42 dan 35.

Selanjutnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebanyak 33, Kementerian Pertahanan juga 33, Kemenpora dan Kemendikbud masing-masing sebanyak 28 dan 25. Sedangkan Kementerian Pertanian sebanyak 18.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menjadi cluster penularan dengan jumlah kasus 16, diikuti Kementerian ESDM dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak masing-masing 14 kasus.(fin/ded)