Dinilai sebagai Tokoh Pengayom dan Pelindung, Kesultanan Bulungan Anugerahi Mensos Risma Gelar Adat “Adji Nasyrah Maliha”

BULUNGAN– Kehadiran Menteri Sosial RI Tri Rismaharini membawa makna tersendiri bagi masyarakat, pemuda, dan para tokoh adat di Kesultanan Bulungan, Kalimantan Utara. Penyambutan kehadiran Mensos di tengah-tengah masyarakat adat Bulungan terasa istimewa.

Mensos hadir disambut lima orang gadis penari lengkap dengan pakaian adat. Mereka menyuguhkan Tari Belundi yang merupakan tarian jenaka sambil menari. Tari ini diketahui nyaris punah, dan untuk pertama kali dihidupkan lagi saat perayaan HUT ke-61 Bulungan dan ke-231 Tanjung Selor.

Tari Belundi adalah tari kebersamaan, persatuan yang kokoh dalam satu kesatuan suku di Bulungan. Setiap langkah kaki dan gerakan tangan penari membentuk satu lingkaran menggambarkan berkesinambungan atau tidak pernah putus antara satu dengan yang lainnya.

Setelah itu, Mensos diterima di Situs Rumah Raya Kesultanan Bulungan, salah satu situs bersejarah di Tanjung Palas, Bulungan, Kamis. Rumah Raya adalah kediaman almarhum Datu Perdana, yang sarat dengan nilai sejarah karena merupakan bagian tak terpisahkan dari berdirinya Kesultanan Bulungan.

Di Situs Rumah Raya Kesultanan Bulungan, menjadi pusat kegiatan budaya setiap tahunnya termasuk ritual adat asli Bulungan. Situs ini juga menjadi wahana bagi kegiatan silahturahmi dan pemberian gelar adat. Hadir di sini, Mensos Risma dianugerahi gelar Adji Nasyrah Maliha yang disampaikan Ketua Pemangku Adat Bulungan, Datu Buyung Perkasa pada Mensos Risma.

Gelar adat ini bermakna pemimpin yang berwibawa, pengayom, pelindung dan bijaksana dari Kesultanan Bulungan, Kalimantan Utara. Mensos mengaku terkejut dan terharu dengan gelar adat ini.