Infrastruktur Pendukung Masih Minim, Peresmian Pelabuhan Patimban Terkesan Dipaksakan

YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES DIRESMIKAN: Pelabuhan Internasional Patimban diresmikan Presiden RI Joko Widodo Minggu (20/12).

SUBANG-The National Mataram Institute (Namarin) sebut peresmian Pelabuhan Patimban di Subang, terkesan terburu-buru dan dipaksakan. Direktur Namarin Siswan Rusdi mengatakan, masih banyak aspek-aspek baik teknis maupun non-teknis yang bisa mempengaruhi keberlanjutan Pelabuhan Patimban.

“Kalau Pelabuhan Patimban ini jangka panjang ya. Kalau disebut mentrigger ekonomi itu dalam 4-5 tahun belum akan kelihatan hasilnya,” kata Siswanto, saat memberikan keterangan pada Pasundan Ekspres, Minggu (20/12).

Pelabuhan Patimban memiliki tantangan besar usai dilakukan peresmian dan soft launching. Dia sangat menantikan terkait keberlanjutan Pelabuhan Patimban terkhusus dari sisi kegiatan usaha dan kepelabuhananya.

Siswanto menjelaskan, asepk-aspek yang menjadi kendala yakni mengenai infrastruktur pendukung serta operator Pelabuhan Patimban. Ia mencontohkan, dalam proses peresmian ini, jalan akses untuk mengangkut kendaraan belum sepenuhnya selesai dan terhubung menuju area terminal. Sehingga, harus dibuatkan jalan sementara.

“Untuk kontruksi Pelabuhan nya okay, tidak ada masalah. Saya sangat yakin dengan kemampuan insinyur dan ahli-ahli yang kita miliki. Tapi soal infrastruktur pendukungnya ini masih banyak celah di sana-sini, Tol dan Kereta juga baru mulai tahun depan, itupun butuh proses,” imbuhnya.

Dengan kondisi demikian, ia melihat apakah pelaku usaha, stakeholder maupun investor bersedia untuk mengalihkan pengiriman kendaraan serta membangun pabrik baru yang lebih dekat dengan Pelabuhan Patimban.

“Apa mau Toyota, Suzuki, pindahin pengirimanya itu ke Patimban. Ini kan serba dadakan, kita tidak tahu kapan kapal Suzuka itu ke Patimban lagi, pengiriman ini kan katanya untuk mengefisienkan, tapi apa betul bisa efisien?” jelasnya.

Sebab, dalam situasi Covid-19 saat ini, secara pasar juga saat ini masih terkenda dampak dari pandemi. Sedangkan yang ia ketahui, ekspor mobil tersebut merupakan kontrak lama. “Untuk tahun depan itu kan belum ada kontrak, siapa yang mau beli barang otomotif kita? Ini kan untuk keberlangsungan bisnisnya ya, makanya ini penting juga,” imbuhnya.

Untuk itu, dirinya akan terus melihat sejauh mana perkembangan Pelabuhan Patimban serta cara Pemerintah dalam hal ini Kementrian Perhubungan untuk menjalankan Pelabuhan Patimban ditengah berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi.(ygi/vry)