Jak Ma Bukan Orang Terkaya Kedua China

Jak Ma Bukan Orang Terkaya Kedua China. Kekayaan pendiri Alibaba Group Jack Ma, belakangan ini menyusut. Posisinya sebagai orang terkaya kedua di China Kini digantikan oleh Colin Huang, pemuda pendiri startup e-commerce Pindoudou. Menurut indeks kekayaan Bloomberg, kekayaan Huang tercatat US$62,6 milliar atau sekitar Rp889 triliun, menduduki posisi ke-16 orang terkaya di dunia.

Menurut Bloomberg, kekayaan Jak Ma menurun US$589 juta (Rp8,3 triliun) setelah pemerintah China mulia menyusun regulasi anti monopoli bagi perusahaan teknologi raksasa seperti Alibaba dan Tencent.

Regulator di China juga mulai melakukan investigasi terkait dugaan parktik anti-monopoli yang dilakukan Alibaba Group Holding Ltd. Bahkan, China dikabarkan membentuk satgas khusu secara terpisah untuk mengawasi anak perusahaan Alibaba Group, Ant Group.

Beberapa waktu lalu, Ant Group berencana melakukan IPO namun tertunda karena dinilai akan gagal memenuhi persyaratan pencatatan dan keterbukaan informasi. Masalah ini membuat saham Alibaba jeblok di bursa New York.

Saham Alibaba

Saham Alibaba langsung turun 2 persen menanggapi kabar tersebut pada perdagangan semalam. Sebelumnya, bursa Shanghai dan Hong Kong mengumumkan pada Selasa lalu, bahwa pemegang saham mayoritas Ant, Alibaba yang terdaftar di Hong Kong mengalami penurunan saham hingga 7 persen. Saham Alibaba di Bursa Efek New York juga ditutup lebih rendah 8 persen.

Sementara itu, Jack Ma, Ketua Eksekutif Eric Jing dan CEO Simon Hu melakukan pertemuan. Menurut pernyataan Komisi Pengaturan Sekuritas China, pertemuan itu menjelaskan alasan menangguhkan IPO Ant yaitu bahwa ada masalah signifikan seperti perubahan lingkungan regulasi teknologi keuangan.

Di bursa saham New York merosot lebih dari 23 persen sejak bulan November lalu. Begitu pula dengan saham Tencent di bursa Hong Kong yang turun 6,2 persen pada 2 November 2020. Nasib Alibaba berbanding terbalik dengan Pinduoduo yang sahamnya justru meningkat 7,77 persen pada 30 Desember lalu di bursa New York dan meningkat kapitalsasi pasarnya hingga hampir US$220 milliar (sekitar Rp3.127 triliun). (BBS/ivn)