Keyakinan dan Niat Baik Membuat Feny Sukses Perbaiki dan Tingkatkan Pelayanan RSUD Mohamad Soewandhie

Dr Aqua

SURABAYA-Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohamad Soewandhie drg Febria Rachmanita telah sukses memperbaiki dan meningkatkan layanan rumah sakit yang dipimpinnya. Saat pertama kali mendapat amanah itu pada 2012 lalu dia melihat banyak hal yang perlu dibenahi baik dari sisi fisik, fasilitas, maupun sumber daya manusianya.

Feny, panggilan akrab Febria Rachmanita mengungkapkan hal itu kepada Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua di kantornya Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Agustus 2021 lalu. Ketika itu pria yang hobi membaca tersebut sengaja silaturahim ke Feny.

“Setelah melihat kondisi RSUD dr Mohammad Soewandhie secara keseluruhan yang dikaitkan dengan potensi Kota Surabaya dan sekitarnya yang sangat besar, saya menyentuh hati semua karyawan agar mau bersama-sama mewujudkan rumah sakit yang ramah terhadap semua mitra terutama pasien dan keluarganya. Perbandingan yang selalu saya sampaikan adalah dengan memperhatikan pelayanan yang diberikan berbagai rumah sakit swasta yang maju dan berkembang pesat,” terang Feny mengenang perjuangan masa lalunya membangun RSUD dr Mohammad Soewandhie yang dipimpinnya.

Dengan keyakinan yang kuat dan niat baik, Feny akhirnya berhasil mewujudkannya. Meski awalnya tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ada karyawan yang beranggapan ajakannya itu hanya sebagai mimpi. Namun perempuan yang berasal dari Bengkulu itu tidak patah semangat.

“Kerikil-kerikil” yang menghambat berbagai program kerjanya justru dijadikan motivasi untuk ditaklukkan. Dia yakin bisa melakukannya dan bersama jajarannya menjadi pemenang.

Belakangan keyakinan Feny yang diiringi dengan kerjasama tim yang kuat menunjukkan hasil yang optimal. RSUD dr Mohammad Soewandhie menjadi rumah sakit yang diperhitungkan. Fasilitas dan pelayanannya tidak kalah dengan rumah sakit swasta. Bahkan di beberapa bagian lebih unggul.

“Setelah berhasil mewujudkan semua itu, saya katakan kepada teman-teman di RSUD dr Mohammad Soewandhie, asal ada keyakinan, ketekunan, keseriusan, dan kerjasama tim yang kuat, serta ridho dari Allah Swt semua impian kita dapat diwujudkan. Jadi bukan sekedar mimpi, tapi mewujudkannya jadi kenyataan,” tambahnya sambil tersenyum.

Perempuan pekerja keras itu menambahkan RSUD dr Mohammad Soewandhie telah menjadi tempat pelayanan kesehatan yang profesional, pendidikan, dan penelitian di bidang kesehatan.

Itu sesuai dengan motto RSUD dr Mohammad Soewandhie yaitu “Kami ada untuk Anda melayani sepenuh hati”.

Sedangkan visinya Menjadi rumah sakit pilihan dan unggulan dalam pelayanan dan pendidikan di Kota Surabaya.

Misinya Memberikan pelayanan yang profesional, melaksanakan pendidikan, penelitian di bidang kesehatan yang berkualitas, dan membentuk Sumber Daya Manusia Rumah Sakit yang kompeten, santun, berintegritas serta membangun kemitraan yang harmonis.

BACA JUGA:  Realisasikan Pendirian Lumbung Sosial di Trunyan, Kemensos Mulai Kirimkan Bantuan Secara Bertahap

Selain itu ada tiga nilai organisasi yaitu Santun, Integritas, dan Profesional. Di samping itu ada Maklumat Pelayanan yakni “Kami akan memberikan pelayanan yang profesional sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Kami akan memberikan pelayanan bagi siapapun tanpa perbedaan.”

Sebagai Direktur RSUD dr Mohammad Soewandhie yang telah memimpin rumah sakit itu selama sembilan tahun dan merangkap jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Feny terus-menerus berusaha menunjukkan keteladanan. Harapannya semua jajarannya dapat meneladani berbagai hal positif yang sudah dilakukannya.

Motivasi 1.200 Karyawan

Kepada Dr Aqua, Feny memberikan amanah untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada sekitar 1.200 orang jajarannya termasuk para tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di rumah sakit kebanggaan warga Surabaya itu. Pelaksanaannya selama lima hari, Senin sampai Jumat (1-5/11/2021) mendatang dengan total sebanyak 20 sesi.

Sejak sekitar sebulan lalu Feny telah menugaskan Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Humas, dan Hukum RSUD dr Mohamad Soewandhie Marhaeni Yuniati untuk mempersiapkan acara tersebut dan mengkoordinasikannya dengan Dr Aqua sebagai pembicara tunggal Sharing Komunikasi dan Motivasi itu.

Yuni, panggilan akrab Marhaeni Yuniati sejak itu intens berkomunikasi dengan Dr Aqua, termasuk saat anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat itu sedang berada di Papua untuk mendampingi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menghadiri acara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

Disepakati setiap hari ada empat sesi. Diawali pagi hari sesi 1  pukul 07.30-09.30. Dilanjutkan sesi 2 (09.30 – 11.30), sesi 3 (12.00 – 14.00), dan sesi 4 (14.00 – 16.00). Dengan jumlah peserta rata-rata 60 orang per sesi.

Dr Aqua rencananya Senin pagi (1/11/2021) pukul 04.00 naik pesawat Lion Air dari Jakarta ke Surabaya. Sengaja berangkatnya pakai pesawat yang paling pagi agar Sharing Komunikasi dan Motivasinya bisa dimulai tepat waktu.

Dr Aqua dan feny sudah merencanakan acara Sharing Komunikasi dan Motivasi itu sejak Agustus 2021 lalu. Karena jadwal motivator ulung itu sangat padat sehingga baru terealisasi awal November 2021 ini.

Saat ketemu Feny di kantornya mereka mendiskusikan tentang rencana Sharing Komunikasi dan Motivasi tersebut. Dr Aqua menyarankan agar semua pegawai tanpa terkecuali hadir pada acara itu. Tidak hanya perwakilan saja.

Dengan begitu semua pegawai dapat meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. Juga tercerahkan setelah selama pandemi Covid-19 lebih dari 1,5 tahun mereka disibukkan dengan melayani para pasien yang terkena berbagai macam penyakit terutama Covid-19.

Selain melayani semua pasien termasuk yang terpapar Covid-19, mereka juga harus banyak berkorban, bahkan ada teman sejawatnya yang meninggal karena penyakit tersebut. Di samping itu setiap saat  perasaan mereka dan keluarganya was-was kena Covid-19.

BACA JUGA:  Mengancam Kerja Jurnalis, Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d dalam Maklumatnya

Selama pandemi Covid-19 di RSUD dr Mohamad Soewandhie ada lima orang nakes dan satu orang pegawai bagian keuangan yang meninggal terpapar Covid-19. Mereka adalah dr Berkatnu Indrawan Janguk, dr Lawu Soekarno, Sri Wahyuni, Dyah Prima Retnani, Suhartatik, dan Haris Prasetyono.

Sedangkan secara nasional hingga Sabtu (30/10/2021) dikutip dari nakes.laporcovid19.org, sudah 2.032 orang nakes meninggal terpapar Covid-19. Paling banyak dokter 730 orang dan perawat 670 orang.

Agar tidak mengganggu pelayan rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam, Dr Aqua menyarankan kepada Feny supaya pelaksanaan Sharing Komunikasi dan Motivasinya dilaksanakan dalam banyak sesi. Sehingga para pegawai yang sedang libur atau tidak tugas bisa menghadiri acara tersebut.

“Pelayanan RSUD dr Mohamad Soewandhie kepada semua pasien harus tetap jalan, jangan sampai terganggu. Untuk itu Sharing Komunikasi dan Motivasinya sebaiknya dilaksanakan banyak sesi mulai dari Senin sampai Jumat. Dalam sehari bisa dilakukan lima sampai enam sesi. Selama ini saya sudah terbiasa melakukan aktivitas seperti itu,” jelas Dr Aqua.

Mendengar itu Feny sempat kaget. Karena sama sekali tidak menyangka pelaksanaan Sharing Komunikasinya dilaksanakan dalam banyak sesi. Biasanya hanya beberapa sesi saja yang dihadiri perwakilan dari seluruh bagian.

“Kalau banyak sesi apakah tidak merepotkan Pak Aqua? Terutama dari sisi waktunya. Saya tahu jadwal bapak setiap hari padat sekali, baik melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di berbagai institusi maupun melakukan silaturahim ke banyak orang. Lokasinya di banyak daerah di Indonesia,” ujar Feny yang memonitor aktivitas Dr Aqua dari berbagai tulisan yang dibagikan setiap hari kepada ribuan anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan.

Menjawab Feny, Dr Aqua berjanji akan memprioritaskan acara dan mengalokasikan waktu khusus untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi di RSUD dr Mohamad Soewandhie yang dipimpin Feny. Bapak dua anak itu senang melihat Feny serius meningkatkan kemampuan seluruh jajarannya terutama untuk memberikan layanan prima kepada pasien, keluarga mereka, dan para mitra.

Dr Aqua sengaja menyarankan semua pegawai ikut acara Sharing Komunikasi dan Motivasi agar pelaksanaannya efektif dan hasilnya optimal. Hal itu jauh lebih baik dan positif dibandingkan kegiatannya hanya diikuti perwakilan saja.

“Apalagi selama pandemi Covid-19 nyaris semua pegawai rumah sakit terutama nakes sibuk mengurusi para pasien. Mereka pasti lelah sekali. Untuk itu perlu rileks sejenak agar kembali segar. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menghadiri acara Sharing Komunikasi dan Motivasi,” jelas Dr Aqua.

BACA JUGA:  Promosikan Bisnisnya Kaesang Parodikan Baligho Puan Maharani dan Airlangga

Sangat Bersyukur

Feny makin kaget saat Dr Aqua menyampaikan menggratiskan seluruh acara Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan semua jajarannya. Ibu dua putra itu tahu bahwa selama ini honor pembicara laris itu sebesar Rp 30 juta nett per jam. Minimal dua jam per sesi atau Rp 60 juta nett. Biaya itu belum termasuk tiket pesawat Garuda Indonesia kelas bisnis Pp dan penginapan di hotel bintang lima.

Sudah ratusan perusahaan yang mengundang Dr Aqua untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi. Korporasi itu baik swasta maupun milik pemerintah termasuk di mancanegara.

Sesuai jadwal, Dr Aqua akan melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak 20 sesi di RSUD dr Mohamad Soewandhie. Per sesi rata-rata dua jam termasuk tanya-jawab. Sehingga totalnya 40 jam.

Jika 40 jam itu dikalikan dengan tarif Dr Aqua sebagai pembicara profesional maka totalnya Rp 1,2 miliar. Bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana sangat bersyukur dan senang bisa melakukan semua itu di RSUD dr Mohamad Soewandhie dengan niat sepenuhnya ibadah

“Paling saya syukuri adalah mendapatkan amanah dari Bu Feny untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada seluruh jajarannya di RSUD dr Mohamad Soewandhie. Semua amanah itu melebihi uang berapa pun juga termasuk 1,2 miliar rupiah yang setara dengan honor 40 jam saya berbicara sebagai pembicara profesional,” tegas Dr Aqua.

Sejak belasan tahun lalu mantan wartawan di banyak media itu sudah terbiasa tidak mengenakan biaya atau menggratiskan saat memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Meski honornya sekali tampil puluhan juta rupiah. Itu terutama dilakukannya di jajaran TNI dan Polri.

Selama pandemi Covid-19, Dr Aqua melakukan hal serupa di lingkungan nakes. Itu sebagai wujud nyata kepeduliannya yang tinggi dan apresiasi kepada para nakes yang telah banyak berkorban menolong masyarakat yang terpapar Covid-19.

“Selama pandemi Covid-19 semua nakes adalah pahlawan yang luar biasa bagi masyarakat. Sebagai apresiasi dan sumbangsih nyata buat mereka, saya ingin menyemangati dengan melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada mereka. Setelah lebih dari satu setengah tahun berjibaku membantu seluruh pasien yang terpapar Covid-19, kini momentum yang tepat memotivasi para nakes agar tetap semangat melaksanakan pekerjaan mulia mereka,” ungkap Dr Aqua.

Terakhir selama dua hari, Rabu dan Kamis (1-2/9/2021) lalu Dr Aqua melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak sepuluh sesi di Rumah Sakit Tingkat III 04.06.02 Bhakti Wira Tamtama Jalan Dr Sutomo nomor 17 Semarang, Jawa Tengah (Jateng).