Mendadak “Guru TK”, Mensos Gandeng Anak-Anak Berdoa Bersama di Makam Bung Karno

BLITAR– Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajak anak-anak meneladani pengalaman Bung Karno. Mensos menyatakan, Bung Karno berkemauan keras dan pantang menyerah.

Dengan sikap seperti itu, Bung Karno bersama pemimpin bangsa lainnya, mampu mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka. Padahal selama masa perjuangan, Bung Karno mengalami berbagai tantangan keras dari pemerintah kolonial Belanda.

“Bung Karno itu pernah di hukum dan ditahan di Penjara Banceuy, Bandung. Ruangannya itu sempit sekali. Luas sel tahanan hanya berukuran 1,5 x 2,5 meter,” kata Mensos, saat bertemu anak-anak di Kompleks Makam Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur (07/11).

Karena aktivitas politiknya menentang penjajahan, Bung Karno ditahan di Penjara Banceuy, Bandung pada 29 Desember 1929. Selama ditahan kurang lebih 8 bulan, Bung Karno menyusun pledoi yang sangat terkenal yang kemudian diberi disebut “Indonesia Menggugat”.

Pledoi dibacakan di sidang pengadilan di Gedung Landraad (kini bernama Gedung Indonesia Menggugat yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung). Perjuangan keras Bung Karno, menjadi contoh bagi anak-anak, agar terus bersemangat.

Mensos menyatakan, penahanan tidak menyurutkan semangat dan kemauan Bung Karno untuk terus berjuang. Dan atas ijin Allah SWT, kata Mensos, pada akhirnya perjuangan para tokoh bangsa tersebut meraih hasil.

“Ya anak-anakku. Jadi kalian harus terus bersemangat. Jangan  pernah menyerah. Terus berdoa dan terus berusaha. Tidak ada yang bisa mengubah nasib kalian selain kalian sendiri yang mengubahnya,” katanya.