Mengunjungi Kampung Terpencil di Agats, Mensos Bermalam di Kompleks Keuskupan Asmat

ASMAT – Bagi Menteri Sosial Tri Rismaharini, terbang sejauh 3.500 kilometer, dari Jakarta menuju Bandara Mozes Kilangin, Timika, bukan akhir perjalanan. Hanya rehat sejenak, sekitar pukul 06.30 WIT, Mensos dan rombongan kecil sudah kembali mengudara menuju Agats, Kabupaten Asmat.

Di sini, Mensos mengunjungi kampung terpencil di Agats, dan menginap di kompleks keuskupan Agats. Mendarat di Bandara Kelas III Kamur pukul 09.35 pagi, Mensos melanjutkan bergerak menuju kampung Erosaman dan Kampung Amagais Distrik Derkomur, Agats, Papua.

Untuk mencapai dua kampung ini, Mensos harus menyusuri sungai dengan kapal cepat sebanyak dua kali. Perjalanan melalui moda sungai memerlukan waktu tempuh total sekitar 40 menit, yakni dari Dermaga Kaswari ke Kampung Erosaman selama 30 menit dan Kampung Amagais selama sekitar 10 menit.

Di Erosaman, Mensos meninjau

community center (balai sosial), yang rencananya akan dilengkapi dengan sarana pendukung berupa sarana air bersih ( water treatment ). Di lokasi ini juga diberikan bantuan jaminan hidup bagi 45 KK, dan pemberdayaan KAT bagi 23 kelompok/komunitas berupa pertanian sayur dan tanaman hidroponik. Total bantuan senilai 1,3 Milyar rupiah. Di Kampung Erosaman Mensos juga membagikan makanan ringan untuk anak-anak, susu, telur rebus, alat olah raga berupa bola kaki dan bola volley, serta berdialog dengan masyarakat dan kepala desa.

Sementara di Kampung Amagais Mensos Risma meninjau peternakan ayam petelur dan sempat ‘panen’ telur di lokasi peternakan yang sedang dikembangkan. Peternakan ini merupakan salah satu lokasi peternakan ayam petelur yang disalurkan Kemensos melalui keuskupan Agats. Kemensos melalui Ditjen Pemberdayaan Sosial bekerja sama dengan Keuskupan Agats juga membantu transportasi masyarakat berupa 3 unit perahu longboat berkekuatan 40 PK guna mempermudah aksesibilitas masyarakat Agats.

BACA JUGA:  Donald Trump: Ledakan di Lebanon adalah Serangan Bom?