PAN Jadi Anggota Baru Koalisi, DEMOKRAT: Buat Gaduh Tidak Ada Manfaat untuk Rakyat

Ketum PAN, Zulkifli Hasan

JAKARTA – Pada pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik pendukung pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (25/8) sore, diumumkan bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi anggota baru koalisi.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra melihat pandemi ini adalah situasi yang sangat berat. Sudah lebih dari 126.000 nyawa anak bangsa Indonesia hilang karenanya. Belum pula tampak tanda-tanda akan mereda.

“Perlu kebersamaan dan persatuan dari seluruh anak bangsa, baik di dalam maupun di luar pemerintahan, agar kita bisa tetap bertahan,” kata pria yang akrab disapa Zaky ini kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/8) malam.

Dengan bertambahnya kekuatan parpol pendukung pemerintah, kata Zaky, harapan Demokrat tentunya bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat banyak. Mudah-mudahan pertemuan dan perubahan komposisi koalisi parpol pendukung pemerintah kemarin membahas dan memikirkan rakyat, serta bisa mengakselerasi upaya penanganan Covid-19.

“Bukan malah bahas-bahas memperpanjang masa jabatan presiden yang bakal buat gaduh dan tidak ada manfaatnya untuk rakyat,” ujarnya.