Update Lebanon: 78 Tewas, 4.000 Orang Luka, Satu WNI jadi Korban

Sebanyak 78 orang meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi di pelabuhan Beirut (Port of Beirut), Lebanon, Selasa waktu setempat (4/8). Sementara itu total korban luka dari laporan Reuters mencapai hampir 4.000 orang.

Ledakan dahsyat terjadi di Kota Beirut, Lebanon disebut mirip dengan ledakan bom atom yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki.

“Ledakan Ini mirip dengan apa yang terjadi di Jepang, di Hiroshima dan Nagasaki,” ujar Gubernur Beirut Marwan Abboud saat melakukan wawancara khusus dengan Sky News Arabia.

Sementara itu, menurut Kementerian Luar Negeri RI di antara para korban luka tersebut terdapat satu orang warga negara Indonesia.
“Salah satu korban luka adalah WNI yang telah berhasil dikontak KBRI dan saat ini dalam kondisi stabil serta dapat berkomunikasi dengan baik. KBRI akan terus melakukan pendampingan kepada yang bersangkutan hingga pulih,” tulis Kemlu dalam rilisnya.
Para pejabat negara itu mengatakan mereka memperkirakan jumlah korban tewas akan meningkat lebih lanjut setelah para petugas darurat menggali puing-puing untuk menyelamatkan orang-orang dan melakukan evakuasi.

Ledakan itu sendiri merupakan yang paling kuat dalam beberapa tahun terakhir di Beirut. Menurut Reuters, Gudang itu diyakini menyimpan bahan-bahan yang mudah meledak.

Pada saat ledakan terjadi, terlihat kepulan asap hitam dan merah yang mengirimkan gelombang kejut seismic, menghancurkan jendela-jendela, gedung-gedung dan mengguncang ibukota Lebanon itu.

Presiden Michel Aoun mengatakan bahwa 2.750 ton amonium nitrat, yang digunakan dalam pupuk dan bom, telah disimpan selama enam tahun di pelabuhan tanpa langkah-langkah keamanan. Ia juga mengatakan bahwa tragedi itu tidak dapat diterima.

Setelah kejadian itu, Aoun mengatakan akan menggelar pertemuan kabinet darurat pada hari Rabu dan akan mendeklarasikan keadaan darurat selama dua minggu.(bbs/ded)