Niko Rinaldo Diskusikan Permasalahan Masyarakat Pantura

Niko Rinaldo Diskusikan Permasalahan Masyarakat Pantura
DISKUSI: Founder Rumah Perubahan Pantura Niko Rinaldo melakukan diskusi dengan pengurus (BEM) STIE Miftahul Huda Pamanukan di Kedai Goeboek Reot, Pusakajaya, Rabu (7/11). YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES
0 Komentar

PUSAKAJAYA– Founder Rumah Perubahan Pantura Niko Rinaldo, bertemu dengan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Miftahul Huda Pamanukan di Kedai Goeboek Reot, Pusakajaya, Rabu (7/11).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Mahasiswa STIE Miftahul Huda Pamanukan Abdul Hafidz, Wakil Presma Tamara Sri Rahayu dan HMJ Manajemen STIE Mifda Pamanukan.

Presiden Mahasiswa STIE Miftahul Huda Pamanukan Abdul Hafidz sangat mengapresiasi beragam kegiatan yang dilaksanakan oleh Niko Rinaldo. Apalagi kegiatan tersebut menyangkut kemajuan Pantura Subang.

Baca Juga:Kepsek Nagih BPMU, Kadisdik: Salah Alamat!Pemda Tak Jamin Anggaran Pilkades Cair

“Saya berharap jika kedepan Kang Niko dipercaya menjadi anggota DPRD Subang, mampu memperjuangkan dan mendorong Perda Ketenagakerjaan yang berpihak kepada laki-laki, khususnya putra daerah Pantura dalam menghadapi persaingan kerja,” Kata Hafidz.

Apalagi menurut Hafidz, di wilayah Pantura akan dibangun sebuah pelabuhan internasional di Patimban. Sehingga para pemuda Pantura harus mampu bersaing dan tidak hanya jadi penonton.

“Kita harapkan nantinya Kang Niko dapat mendorong putra daerah jangan sampai jadi penonton. Lapangan pekerjaan harus dibuka selebar-lebarnya,” Katanya.

Selanjutnya menurut Hafidz, persoalan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pantura juga harus menjadi perhatian serius dan prioritas yang harus diperjuangkan. “Lapangan kerja dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat harus terus diperjuangkan. Ini tentunya menjadi harapan kita bersama,” Katanya.

Sementara itu, Wapresma Mifda Pamanukan Tamara Sri Rahayu menambahkan, banyaknya generasi muda Pantura yang putus sekolah dan menurutnya harus menjadi perhatian.
“Saya berharap Kang Niko mampu memfasilitasi pendidikan informal seperti paket A, B dan C, serta membuka akses beasiswa ke pendidikan tinggi bagi mahasiswa pantura yang berprestasi dan kurang mampu,” Katanya.

Niko Rinaldo dalam kesempatan tersebut mengatakan, sangat senang bisa bertemu dengan sahabat-sahabat mahasiswa di Pantura Subang, khususnya BEM STIE Mifda Pamanukan.
“Saya lahir dan berangkat dari proses yang sama, pernah menjabat Presiden BEM Universitas Subang (2009), ada semangat dan cita-cita yang saya tangkap, kerinduan terhadap kampung halaman untuk maju, untuk bangkit,” Katanya.

Niko meyakini ditangan pemuda perubahan itu hadir. Latar belakang itu yang membuat dirinya antusias bertemu dan berdialog untuk mendengar langsung aspirasi dari mahasiswa, yang merupakan motor perubahan. Suara mereka jujur, menyuarakan kondisi ril yang terjadi di masyarakat Pantura.

0 Komentar