Menang, Juve Kehilangan Dua Andalan

juventus

TURIN – Juventus sukses menaklukan Sassuolo 3-1 di Juventus Stadium, Senin (11/1) dinihari. Namun kemenangan itu harus dibayar mahal. Dua pemain andalan, Paulo Dybala dan Weston McKennie, harus ditarik mundur di babak pertama akibat cedera.

Seusai laga, pelatih Andrea Pirlo mengkonfirmasi kondisi kedua pemain. Dan seperti yang ditakutkan banyak pihak, Dybala dan McKennie memang terbukti tengah dibekap dengan cederanya masing-masing.

“Dybala mengalami benturan pada ligamen kolateral (ligamen penunjuang pada sisi luar lutut). Kami akan mengevaluasi perkembangannya beberapa hari ke depan. Semoga tidak ada yang serius,” kata Pirlo dalam konferensi persnya, Footbal Italia, Senin (11/1) mengutip.

Sementara pada Weston McKennie, laga kontra Sassuolo ini sepertinya hanya memperburuk kondisi yang sebelumnya sudah terbentuk. Sempat bermasalah dengan ototnya, laga yang berlangsung di Juventus Stadium itu, tidak dapat ia selesaikan hingga peluit akhir.

BACA JUGA: Geledah Dua Kantor Dinas Pemkot Batu, KPK Amankan Sejumlah Dokumen
“McKennie sebelumnya sudah mengeluh soal masalah otot, meski tidak serius. (Pada laga ini) ia kembali mengeluh setelah melakukan tendangan back-heel. Karena itu ia tidak meneruskan sisa laga ini,” ungkap Pirlo.

Kendati memakan korban, bek Juve Leonardo Bonucci mengaku senang dengan hasil akhir laga. Ia menakankan, jika kemenangan dini hari WIB itu, adalah krusial untuk menjaga potensi mereka, untuk mengamankan Scudetto ke-10 secara berturut-turut.

“Laga melawan Sassuolo ini adalah laga penting. Setelah menang di San Siro (melawan AC Milan), kami jadi lebih percaya diri. Kami tidak boleh melakukan kesalahan (untuk menjaga gap di papan klasemen),” kata pesepak bola 33 tahun itu.

Adalah gol Danilo, Aaron Ramsey dan Cristiano Ronaldo yang memastikan kemenangan Si Nyonya Tua atas tim tamu. Berkat itu, Juventus dapat menjaga ketertinggalan tujuh poin mereka atas AC Milan, yang masih nyaman nongkrong di puncak klasemen.

Memulai musim dengan kurang meyakinkan, kekalahan adalah sesuatu yang pantang kembali diderita juara bertahan Serie A itu. Jika gagal menunjukan konsistensi hingga akhir musim, maka musim 2020/21, akan menjadi musim terburuk Juve dalam 10 tahun terakhir.(ruf/gw/fin)