Sassuolo vs Milan: Buang Mental Inferior

MILAN – Brankas AC Milan untuk membeli ujung tombak musim ini seperti tak berseri. Sayangnya, urusan lini depan selalu menjadi penghalang. Berangkat dari pembelian Krzysztof Piatek dengan mahar EUR 35 juta (Rp 557,3 miliar) dua musim lalu berakhir pada 30 Januari lalu. Piatek terpaksa dijual murah dengan diskon hampir Rp100 miliar (EUR 27 juta atau Rp 430 miliar) ke Hertha Berlin.

Namun, manajemen Milan tak melihat itu sebagai kerugian. Awal musim ini, mereka mendatangkan wonderkid Rafael Leao. Bomber 20 tahun itu diambil dari Lille OSC senilai EUR 28 juta (Rp 445,8 miliar). Leao yang berkebangsaan Brasil itu pun belum memenuhi ekspektasi. Bermain paling banyak di antara striker lainnya, 23 laga, dia baru mengoleksi 2 gol dan satu assist.

Beruntung, Milan masih punya kemampuan bernegoissasi. Mereka bisa meminjam Ante Rebic dan mendapatkan Zlatan Ibrahimovic secara gratis. Dua tandem itu menghasilkan 14 gol, 12 gol di antaranya di Serie A. Keduanya membuat mental para pemain Milan terangkat untuk menembus tiket Eropa.

Sejak awal musim, Rossoneri mengalami inkonsistensi performa ketika masih ditangani Marco Giampaolo. Milan bahkan pernah tercecer ke peringkat 17. Sebuah posisi yang tak pantas ditempati tim tersukses Italia di kancah Eropa.

Saat kursi Giampaolo tergeser dan diisi Stefano Pioli. Perubahan pun datang. Mantan pelatih Inter Milan itu awalnya sempat ditentang suporter Milan untuk melatih klub kesayangannya. Namun, siapa sangka tangan “Midas” Pioli bisa mengubahnya menjadi 180 derajat.

Tim besar seperti Roma, Lazio, bahkan Juventus berhasil mereka tekuk.Hanya Napoli yang gagal ditaklukkan. Imbasnya, kini mereka merangkak naik ke posisi keenam dengan koleksi 56 poin. Dengan empat laga tersisa, kans Milan finis di zona Eropa masih terbuka lebar.

”Kami adalah klub yang paling minim produktivitas gol di antara 13 besar klub di klasemen (Serie A saat ini, Red),” ucap Pioli jelang lawatan Milan ke markas Sassuolo dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 2 pukul 02.45 WIB).’’Tapi sekarang, kami harus menciptakan peluang, dan membuat lebih banyak gol,’’ imbuhnya.

Kehebatan Pioli membuat Eks pelatih Milan, Arrigo Sacchi, memberinya pujian tinggi. Sacchi juga meyakini kalau Pioli akan gampang mencari pekerjaan baru andai tak dipakailagi oleh Milan. Belakangan muncul rumor bahwa Pioli bakal digantikan olehRalf Rangnick.

“Saya udah mengenal Stefano sejak lama. Saya selalu menaruh respek padanya dan berpikir bahwa dia merupakan pribadi yang luar biasa. Saya merasa dia merupakan pelatih bagus, tapi tidak modern,” kata Sacchi kepada La Gazzetta dello Sport.

AC Milan diketahui tengah mengejar tanda tangan direktur olahraga Red Bull, Ralf Rangnick. Pendekatan AC Milan terhadap Ralf Rangnick bahkan sampai menimbulkan gejolak di dalam klub. Pasalnya, Rangnick bukan cuma dibidik sebagai pelatih, tetapi juga memegang peran sebagai direktur teknik AC Milan.

“Stefano benar-benar seseorang yang sangat protagonis dari identitas ini yang menguatkan dirinya dan pertumbuhan para pemainnya. Anda dia tak bertahan, dia tak akan masalah mencari pekerjaan bari. Bagaimanapun, dia mesti bangga pada apa yang sudah dia lakukan dan dengan sikapnya sendiri,” tandasnya. (fin/tgr)