Ada Apa Dengan Rata Lama Sekolah di Subang?

Oleh: Indra Satrio (Pegawai BPS Subang)

Manusia merupakan aset yang paling penting dari negara. Oleh karena itu, membangun kualitas manusia menjadi suatu keharusan jika suatu bangsa ingin maju. Kualitas dasar manusia yang perlu dibangun meliputi tiga dimensi, yaitu umur panjang dan sehat, pendidikan, dan standar hidup layak. Pandemi covid-19 yang mengganggu dari sisi kesehatan manusia, menyebabkan perekonomian suatu negara menjadi stagnan bahkan menjadikan ekonominya mundur beberapa tahun. Itu satu contoh besarnya pengaruh dari sisi dimensi kesehatan.

Untuk melihat sejauh mana potensi manusia dari bangsa atau daerah, maka diperlukan suatu alat ukur. Salah satu alat ukur tersebut adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM melakukan pendekatan dimensi kesehatan dengan indikator harapan hidup saat lahir, dimensi pendidikan dengan harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, sedangkan dimensi standar hidup layak dengan pengeluaran per kapita.

IPM Target dan Realisasi Kabupaten Subang

Badan Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan bahwa nilai IPM Kab Subang pada tahun 2020 sebesar 68,95. Angka ini berada dibawah target angka IPM tahun 2020 dari RPJMD Kab. Subang yaitu sebesar 69,47. Jika target IPM untuk tahun 2023 sebesar 71,23, maka apa yang terutama dari hal yang utama yang harus dilakukan agar target tersebut tercapai? Untuk itu diperlukan besaran nilai yang membangun IPM itu sendiri. BPS mencatat bahwa indeks kesehatan sebesar 0,81, indeks harapan lama sekolah sebesar 0,65, indeks rata-rata lama sekolah sebesar 0,47, dan indeks pengeluaran sebesar 0,72. Sehingga dari besaran nilai tersebut, diketahui bahwa rata-rata lama sekolah merupakan indikator yang terpenting dari hal yang penting lainnya untuk dilakukan percepatan kebijakan.