Adiksi Gawai di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh: Dony Purnomo
Guru Geografi SMAN 1 Purwantoro

Pengumuman resmi serangan pandemi Covid-19 di Indonesia pertama kali diumumkan oleh Presiden Jokowi pada 2 Maret 2020 dan setiap hari jumlah pasien yang positif Covid-19 semakin bertambah. Dengan adanya kondisi itu pemerintah menyerukan untuk beraktivitas dari rumah dan melaksanakan social distancing.

Pandemi Covid-19 memberikan berbagai dampak bagi kehidupan. Salah satunya adalah perubahan aktivitas kehidupan sehari-hari yang awalnya dapat dilakukan tatap muka digantikan dengan metode daring. Kegiatan belajar dari rumah dan bekerja dari rumah seolah semakin mendekatkan kita pada gawai.

Bagi masyarakat perkotaan yang menerapkan PSBB pemanfaatan gawai lebih kompleks lagi karena melalui gawai digunakan untuk berbelanja, memesan makanan, dan keperluan lain untuk menunjang kehidupan. Kini gawai berubah menjadi barang yang sangat penting dalam menjalankan aktivitas kita.

Semakin dekatnya gawai dengan kehidupan kita akan membentuk kebiasaan baru dalam kehidupan kita. Candraningrum (2020) menjelaskan bahwa komunikasi digital yang kini telah menjadi bagian dari masyarakat modern telah berhasil membuat perubahan terhadap kehidupan masyarakat itu sendiri. Komunikasi digital membuat masyarakat memiliki ketergantungan terhadap gawai atau telpon pintar.

Bahaya adiksi gawai mengancam kehidupan masyarakat karena gawai semakin lekat dengan kehidupannya. Pengertian adiksi menurut KBBI merupakan kecanduan atau ketergantungan fisik dan mental terhadap suatu zat. Sedangkan pengertian adiksi secara luas adiksi merupakan ketergantungan fisik dan mental terhadap hal-hal tertentu yang menimbulkan perilaku bagi orang yang mengalaminya.

Seperti yang dirilis oleh alodokter.com ada beberapa pertanyaan untuk mendeteksi apakah mengalami adiksi atau tidak dengan gawai diantaranya;

• Apakah Anda sering merasa tidak nyaman jika gadget tidak bersama Anda?
• Apakah Anda merasa keberatan atau enggan jika tidak memegang gadget, meskipun hanya sebentar?
• Apakah Anda sering menggunakan gadget di waktu makan?
• Apakah Anda kerap memeriksa status atau unggahan (posting) pada gadget di tengah malam?
• Apakah Anda lebih sering berinteraksi dengan gadget daripada dengan orang lain?
• Apakah Anda menghabiskan banyak waktu untuk membuat cuitan di Twitter, membalas status-status di Facebook, atau mengirim surel menggunakan gadget sebagai bentuk komunikasi kepada orang lain?
• Apakah Anda lebih sering bermain gadget, padahal Anda tahu bahwa seharusnya Anda bisa melakukan hal lain yang lebih produktif?
• Apakah Anda berkencenderungan untuk menggunakan gadget, padahal sedang sibuk denngan tugas sekolah atau pekerjaan kantor?
Jika dari pertanyaan di atas banyak jawaban yang menyatakan “ ya” maka Anda dapat dikatakan sudah mengalami adiksi gawai.

Bijak dalam memanfaatkan gawai

Gawai merupakan hal yang penting untuk menunjang kehidupan Kita, namun Kita juga harus bijaksana dalam memanfaatkan gawai dalam kehidupan kita. Sebagai pengguna gawai kita harus bisa mengendalikan gawai dan jangan sampai justru dikendalikan oleh gawai. Beberapa hal yang dapat dilakukan agar tidak mengalami adiksi gawai diantaranya;
Pertama, Batasi waktu pengunaannya. Gunakan gawai saat diperlukan saja dan batasi waktu-waktu tertentu untuk tidak menggunakan gawai. Misal gawai diamtikan saat menjelang tidur dan dinyalakan kembali setelah bangun sehingga selama tidur tidak terganggu oleh aktivitas gawai.

Kedua, batasi jumlah grup sosial media. Kini banyak berkembang grup sosial media yang berkembang mulai dari hobi, teman sekolah, perkumpulan atau yang lainnya. Semakin banyak grup yang diikuti maka akan semakin banyak aktivitas dengan gawai. Sebagai pengguna gawai, pilihlah grup yang benar-benar penting dan bermanfaat. Jika terpaksa semua grup dianggap penting maka batasi notifikasinya sehingga tak mengganggu.
Ketiga, manfaatkan waktu bersama keluarga. Saat bersama keluarga manfaatkan dengan baik dan jangan melakukan aktivitas gawai sehingga terjalin komunikasi yang baik dengan suasana yang harmonis diantara anggota keluarga.

Keempat, alihkan dengan aktivitas bermanfaat. Saat banyak waktu luang usahakan untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat misalnya berolahraga, mengembangkan hobi, beribdah, serta aktivitas lain yang bermanfaat selain menggunakan gawai.
Kini gawai menjadi bagian dari revulosi teknologi di masyarakat. Kita menjadi bagian dari masyarakat harus mampu memfilter dan memanfaatkan gawai dengan bijaksana sehingga tidak terjerumus pada efek negatif yang ditimbulkan oleh gawai. (*)