Ajarkan Anak Membaca Al-Qur’an Sejak Usia Dini

Oleh: Nisa Dini Wahidah

Mahasiswa KPI STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta

Barang siapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya,maka Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orang tuanya besok di hari kiamat, dimana sinar mahkota itu lebih indah daripada sinar matahari di dunia. Maka apakah balasan bagi orang-orang yang mengerjakannya ?

Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, Membacanya bernilai ibadah. Ia adalah kitab suci sebagai petunjuk bagi umat islam, yang membedakan antara yang hak dan yang bathil. Banyak ayat-ayat Al-qur’an yang memerintahkan untuk mempelajari memahami dan merenungkan tentang isi kandungannya. Begitu pentingnya Al-Qur’an,sehingga membacanya saja bernilai ibadah. Dengan membacanya, maka pengetahuan akan semakin bertambah,baik pengetahuan yang di butuhkan untuk kehidupan di dunia maupun yang dibutuhkan untuk kehidupan di akhirat.

Ketika membaca, hendaknya membaca ta’awudz dan basmalah kecuali pada surat At-Taubah. Khusus pada surat ini kita tidak di perkenankan untuk memulainya dengan bacaan basmalah,akan tetapi cukup dengan ta’awudz atau dengan bacaan yang telah di siapkan di sisi awal surat itu dalam mushaf al-qur’an. Disamping itu juga ,dalam membacanya hendaknya dilakukan dengan penuh kekhusyuan, tenang, pelan-pelan tidak terburu-buru, dan memperhatikan tajwid nya. Ungkapan sahabat Ibnu Abbas r.a. ‘’Bahwa beliau lebih suka membaca satu surat dari al-qur’an dengan tartil dan menghayati nya daripada keseluruhan tiga puluh juz tanpa tartil’’. Sebab dengan tartil lah kita akan lebih meresapi arti dan isi kandungannya.

Kebiasaan membaca al-qur’an akhir-akhir ini rasanya sudah mulai berkurang dan semakin terkikis. Diantara kita masih banyak yang suka meluangkan waktu untuk menonton acara tv daripada membaca al-qur’an. Banyak mushaf al-qur’an yang di penuhi dengan debu karena jarangnya tersentuh untuk dibaca dan di pelajari. Sementara yang ada dalam genggaman kita adalah remot tv ataupun handphone.

BACA JUGA:  Jumlah Masjid Bertambah tetapi Shaf Menurun?

Kalau kebiasaan semacam ini kita terapkan dan tanamkan kepada anak dan keluarga kita,bisa jadi anak dan keluarga kita nanti akan semakin jauh dan asing dari al-qur’an, Padahal al-qur’an adalah kitab suci yang harus di jadikan pedoman dalam kehidupannya agar tercapai keselamatan dan kebahagiaan hidup.

Kita harus menanamkan kebiasaan untuk membaca dan mencintai Al-Qur’an kepada anak-anak kita setidaknya pada waktu-waktu tertentu,misalnya mulai masuk maghrib sampai isya, televisi tidak usah kita nyalakan, kita pergunakan waktu yang utama itu untuk membaca Al-Qur’an atau memperdalam ilmu agama.

Mengingat pentingnya Pendidikan agama di dalam keluarga dan bagaimana jadinya anak-anak kita bila nantinya jauh dari agama dan asing terhadap Al-Qur’an sebagai kitab sucinya. Menanamkan nilai-nilai al-qur’an kepada anak dan mengajari mereka membacanya akan menjadikan anak dapat membaca al-qur’an semenjak kecil akan tertanam dalam memorinya dengan kuat dan menjadi kebiasaan baginya, dan yang demikian ini tentu sangat baik buat anak itu sendiri,orang tua dan masyarakat.

Allah ta’ala akan memberi ganjaran dan pahala besar bagi para orang tua yang sabar mengajarkan kitabullah kepada anaknya. Berdosalah bagi orang tua yang membiarkan anaknya tidak mau belajar al-qur’an sehingga mereka menjadi buta akan al-qur’an dan tidak bisa membacanya bahkan menjadi asing dan tidak mengenalnya. Naudzubillahi min dzalik. Seperti dalam salah satu hadist Nabi bersabda:

‘’Barang siapa yang membaca dan mengamalkan al-qur’an maka akan di pakaikan kepadanya sebuah mahkota yang terbuat dari nur(Cahaya). Dan kedua orang tuanya akan di pakaikan dua pasang pakaian yang sangat indah tiada bandingnya di dunia ini’’. MasyaAllah sungguh sangat indah jika kita menanamkan kebiasaan membaca dan mengamalkan al-qur’an kepada anak-anak kita.

BACA JUGA:  Kolaborasi untuk Publikasi

Belajar dan mengajarkan Al-Qur’an adalah suatu tugas mulia.Sebagai mukmin yang mempercayai Al-Qur’an sebagai kitab suci, kita mempunyai kewajiban dan tanggung jawab tersebut. Diantara kewajiban dan tanggung jawab tersebut adalah mempelajari dan mengajarkannya. Mulai dari membacanya dengan baik, memahami isinya dan mengamalkan serta mengajarkannya.

Berbahagialah orang tua yang pandai mengarahkan dan mendidik anak-anaknya, sehingga menjadi anak yang fasih dan lancar membaca Al-Qur’an,apalagi sampai dapat memahami dan mengamalkannya. Sungguh suatu kebanggaan dan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Setiap manusia tentu mendambakan kehidupan yang damai dan Bahagia, Hal ini harus kita upayakan. Namun jangan sampai kita salah dalam upaya menggapainya,karena kesalahan di dalam hal ini dapat berakibat sangat fatal. Sudah cukup banyak peristiwa masa lalu yang di gambarkan di dalam al-qur’an. Untuk itu,marilah kita perbanyak membacanya,lalu merenungkannya dan di jadikan cerminan pada diri kita masing-masing. Dengan cara demikian,kita menjadi tahu bagaimana sesungguhnya keadaan kita dan kemana arah tujuan hidup kita yang sesungguhnya.

Bacalah Al-Qur’an,karena ia akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafa’at kepada pembacanya. Semoga kita semua selalu di istiqomahkan dalam membacanya. Amiin

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya. (H.R.Bukhari).