Beasiswa Tidak Tepat Sasaran

Oleh Iis Nur

Ibu Rumah Tangga dan Pegiat Dakwah

Menurut Wikipedia, beasiswa adalah sebuah pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan, mahasiswa atau pelajar yang digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang tengah ditempuh. Beasiswa bisa juga didefinisikan sebagai suatu penghargaan yang diberikan oleh perorangan, pemerintah, lembaga, perusahaan atau institusi-institusi tertentu yang diperuntukkan bagi  siswa yang mempunyai keadaan ekonomi kurang dan namun berprestasi dalam bidang akademik. Program ini  memiliki tujuan yang mulia yaitu untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

Untuk tujuan itulah Bupati Bandung Dadang Supriatna  telah menyediakan uang Rp 4 miliar bagi siswa yang berprestasi dan akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Hal ini dilansir oleh TimesIndonesia pada hari Rabu 12 Mei 2021.

Namun sayangnya, program beasiswa  ini menetapkan syarat-syarat tertentu, misalnya selain berprestasi di sekolah, penerima juga diharapkan adalah peserta didik yang fasih mengaji, tahfidz Al-Qur’an minimal 3 juz. Hal ini tentu akan memunculkan kesenjangan  karena siswa yang kurang pintar dan  yang tidak memiliki persyaratan tersebut namun mempunyai keinginan untuk melanjutkan jenjang berikutnya, tentu  mendapatkan beasiswa akan menjadi sebatas angan.

Bisa dipahami, mungkin di satu sisi  persyaratan tersebut  dimaksudkan untuk memicu semangat para siswa agar lebih berkualitas, namun di sisi yang lain tanpa disadari hal tersebut seolah mengajarkan mereka untuk mengerjakan suatu amalan kebaikan demi mengejar kepentingan tertentu. Sehingga memalingkan tujuan utama  yang semula untuk mencari ilmu agama atau belajar Al-Qur’an  menjadi sekedar mengejar nilai duniawi saja.

Dalam beberapa kasus, seringkali pemberian beasiswa ini tidak tepat sasaran. Karena ada diantara penerima beasiswa yang tidak menggunakan  uang tersebut untuk keperluan biaya sekolah, melainkan, disalahgunakan untuk kepentingan lain seperti  membeli handphone baru, meneraktir teman-temannya,  bahkan ada yang di gunakan untuk berfoya-foya.

BACA JUGA:  Sadari Peran Kita

Sementara siswa yang kurang beruntung dan memiliki kelemahan secara ekonomi serta tidak dijadikan prioritas sebagai penerima beasiswa, justru harus putus sekolah karena tidak ada biaya. Pemerintah pun cenderung bersikap abai  karena minimnya potensi yang dimiliki.

Di sisi lain, siswa atau pelajar yang menerima beasiswa pun seringkali tidak ditunjang dengan fasiltas dan sarana yang memadai, misalnya kurangnya guru yang dapat membantu mereka dalam belajar, atau kurikulum yang prinsipnya tidak sesuai dengan tujuan Islam. Dengan kata lain modernisasi pendidikan yang diberikan tidak sesuai tuntutan Al-Qur’an dan al-hadis.

Dalam Islam ilmu merupakan salah satu perkara yang penting  dan mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah Swt. Sebagaimana firman-Nya :