Belajar dari Kucing

Fuad Rifky Abdulazis, SPdI, Pengajar SDN Bojongsari Kec Compreng, Kab Subang.

Mencontek.  Apakah istilah ini melekat pada anak sekolah dasar?  Pasti kata tersebut cocoknya pada interaksi yang terdapat di anak seusia itu.  Mengejar ijazah yang hanya sekedar blanko.  Bekerja pada instansi tertentu susahnya bukan main, selidik punya selidik harus menyogok dengan sejumlah uang, baru diterima.  Banyak perilaku manusia di negeri ini mirip perilaku kucing, mencuri yang bukan haknya.

Mencontek tidak hanya terjadi di anak sekolah dasar, bagaimana kalau kejadiannya mencontek ide sampai akhirnya mencontek karakter orang lain, berbahaya, karena orang sperti ini bermuka dua, bagaimana kalau dia menjadi pemimpin kita?  Ketika semua berjalan apakah mungkin bahwa ide yang diperoleh adalah miliknya, sampai  karakter yang dia tonjolkan bukan karakter dia sebenarnya.

BACA JUGA:  Jihad dalam Ajaran Islam

Biasanya dosen adalah mahasiswa berprestasi yang dipilih oleh pihak perguruan tinggi untuk kembali mengajarkan apa yang dia peroleh selama di bangku kuliah sampai mahasiswanya lulus  dan berprestasi seperti dia yang kemudian meningkatkan kualitas perguruan tinggi tersebut.  Karir mereka sampai meningkat hingga dipilih menjadi ‘best of the best’ di institusi tersebut.