Corona Melanda, Rakyat Merana, Kemana Negara?

Oleh: Heni Yuliana S. Pd

Aktivis Muslimah Karawang

Wabah covid-19 yang sudah berlangsung hampir 3 bulan sejak pasien pertama diumumkan pada awal Maret silam. Dan sudah memukul hampir semua laporan masyarakat.

Ekonomi makin lesu. Akibatnya banyak pedagang kecil dengan pendapatan harian beralih profesi jadi pemulung. Ini terjadi di Purwakarta, Jawa Barat.

Mereka terpaksa memulung karena dagangan tak laku atau tidak bisa berjualan akibat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Fenomena itu terungkap saat sekitar 100 pemulung dikumpulkan oleh anggota DPR RI Dedi Mulyadi di Tajug Gede Cilodong, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).

Masyarakat yang rentan miskin kini sudah menjadi masyarakat miskin. Mereka perlu perhatian dari pemangku kebijakan. Bantuan sosial yang dijanjiakan harus segera direalisasikan. Jangan sampai mereka meregang nyawa di tengah pandemi karena kelaparan.

Warga seminal Mak Olem, pemulung asal subang yang hidup sebatang kara yang hingga kini belum dapat bantuan harus diprioritaskan.

Corona yang sudah menjadi pandemi bukan penyebab utama ketimpangan ekonomi yang terjadi. Tapi sistem kapitlisme yang telah bercokol di negeri ini.

Yang kaya makin kaya yang miskin makin terhimpit. Itu sudah sangat wajar terjadi ketika penguasa dan pengusaha berselingkuh di belakang rakyat.

Harus ada tanggung jawab dari negara untuk menangani keadaan agar tidak lebih memburuk lagi.

Sosial distancing yang diberlakukan bukan untuk mematikan mereka secara perlahan tapi untuk mencegah virus berpindah tempat. Maka penguasa juga harus memenuhi kebutuhan dasar warganya.

Seperti menyediakan kebutuhan tersebut secara cuma-cuma. Tapi sayang rezim enggan melaksanakan bagian dari kewajiabannya. Padahal Rasulullah sering berdoa until para pemimpin yang Hakim dengan doa

“Ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia; dan siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia.” (HR Muslim dan Ahmad).

BACA JUGA:  Bagaimanakah Tipe Soal yang Ideal untuk UTS Online?

Kini masyarakat harus bertarung sendiri melawan Corona. Ini tergambar dari pernyataan yang keluar dari presiden bahwa kita harus berdamai dengan Corona.

Tak ada lagi yang bisa diharapkan lagi ketika agama dipisahkan dari kehidupan. Hanya menambah suram keadaan.

Saatnya umat kembali pada habitatnya. Satu sistem yang bukan hanya berorioentasi pada segelinir orang di tampuk kekuasaan. Tapi memposisikan pemimpin sebagai pelayan. Melayani semua kepentingan rakyatnya. Sistem yang mensejahterakan. Yaitu khilafah Islamiah.

Dalam hal ini, Will Durant jelas mengatakan: Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang bagi siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka. (*)