Covid Semakin Merajalela,Islam Solusinya

Oleh :Kusmiyati

Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kembali meroket setelah ditemukan kasus baru sebanyak 145 kasus.

Dengan demikian, kumulatif kasus Covid-19 di Kabupaten yang dipimpin Dony Ahmad Munir itu telah mencapai 5.569 kasus.

Semua tersebar di 20 kecamatan,” kata Ketua Bidang Komunikasi Satgas Penanganan Covid-19 Sumedang Iwa Kuswaeri kepada Tribun Jabar.id Senin (28/6/2021) malam.

Saat ini tempat tidur di RSUD Sumedang sudah terisi penuh oleh pasien Covid-19.
Selain itu, banyak tenaga medis (Nakes) di Sumedang yang terpapar Covid-19. Sehingga, membuat para petugas kewalahan.

Upaya yang harus dilakukan adalah mengatasi permasalahan Yaitu menekan penyebaran Covid-19, sehingga tidak ada lagi tambahan pasien,” tutur Dony.
kerja sama dan kesungguhan semua lapisan masyarakat, termasuk para aparatus sipil negara (ASN), diperlukan untuk mengatasi Covid-19 .

Sejak diumumkan kasus Covid-19, tak dimungkiri pemerintah lamban menangani penyebaran wabah. Pola pemadaman wabah melalui karantina wilayah saja mengalami tarik-ulur, padahal laju penyebaran virus terus mengganas.

Karantina wilayah sendiri bertujuan untuk mencegah dan menangkal keluar atau masuknya penyakit atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Penutupan perbatasan wilayah atau pembatasan sosial berskala besar dalam rangka penanggulangan penyebaran virus corona .
Sayangnya, implementasi PSBB dijalankan setengah hati.

Dengan dalih pemulihan ekonomi, pemerintah buru-buru mewacanakan era normal baru (new normal life)

Butuh Solusi Sistemis
Penanganan pandemi sesungguhnya tak hanya membutuhkan penguasa kapabel yang menjalankan fungsinya sebagai pengurus dan pelayan rakyat, namun juga membutuhkan sistem yang mumpuni dan mampu bertahan di tengah wabah yang mengganas.

Carut marut penanganan wabah harusnya menyadarkan kita akan rapuhnya sistem kapitalisme sekuler yang diterapkan saat ini berikut penguasanya yang tidak amanah.

Alih-alih bertanggung jawab melindungi kesehatan masyarakat dan memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan ekonomi selama pandemi, dana bansos untuk rakyat justru diembat.

Islam sendiri memiliki perhatian yang besar pada masalah kesehatan. Rasulullah saw. telah membangun fondasi yang kokoh bagi terwujudnya upaya preventif-promotif dan kuratif. Upaya preventif seperti mewujudkan pola emosi yang sehat, pola makan yang sehat, pola aktivitas yang sehat, kebersihan, serta epidemi yang terkarantina dan tercegah dengan baik.

Islam juga memberikan tuntunan mengenai upaya pemadaman wabah. Dalam beberapa Hadis, Rasulullah memberikan gambaran bagaimana penyebaran wabah wajib diputus rantai penularannya.

Rasulullah memerintahkan untuk memisahkan antara orang yang sehat dari yang sakit sebagaimana sabda beliau, “Janganlah unta yang sehat dicampur dengan unta yang sakit.” (HR Bukhari dan Muslim)

Mengenai karantina wilayah, telah masyhur hadis Rasulullah saw. kala wilayah Syam dilanda wabah. Rasulullah saw. bersabda, “Maka, apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari darinya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

Negara juga wajib mengadakan pabrik yang memproduksi peralatan medis dan obat-obatan; menyelenggarakan penelitian, mendukung inovasi di bidang kesehatan, termasuk memproduksi vaksin secara mandiri untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, terbebas dari wabah. Wallaahu a’lam.