Dampak Corona Gelandangan Baru di Karawang Meningkat

Oleh: Yuyun Suminah, A. Md
Aktivis Muslimah Karawang

Pandemi ini membawa dampak besar terhadap perekonomian masyarakat terutama masyarakat yang berpenghasilan harian. Termasuk di Karawang juga Seperti pedagang, penarik becak, ojeg dll. Karena mereka tak memiliki penghasilan lagi akhirnya, sebagian mereka memilih tuk menggelandang.

Itu semua terbukti dari bertambahnya gepeng (gelandangan pengemis) baru. Keberadaan mereka terlihat di sepanjang ruas jalan protokol mulai dari ruas pedestrian jalan Karawang Kota sampai ke sepanjang ruas jalan Galuh Mas.

Mereka mengharapkan pemberian orang hanya sekedar untuk bisa makan. Ada yang membawa beca dan gerobak dorongnya bahkan ada anak-anak yang duduk-duduk di kursi taman. Miris.

Kemana peran Pemerintah Daerah?

pengamat politik dan pemerintahan Karawang, Asep Agustian, SH., MH., menuturkan rasa keprihatinnnya. “Keberadaan mereka adalah kewajiban bagi Pemerintah Daerah untuk memperhatikan nasib warganya, agar tidak ada yang hidup dalam keadaan lapar”. (Tvberita.com)

Ya. Seperti itulah seharusnya seorang pemimpin memperhatikan setiap kebutuhan rakyatnya, jangan sampai rakyat mati bukan hanya karena Corona tapi karena kelaparan juga.

Lambatnya pemerintah atas penanggulangan wabah adalah bukti buruknya pelayanan Pemda terhadap rakyat. Berbeda sikap jika berhadapan dengan para pengusaha. Pemda sigap dalam seluruh urusan yang mempermudah usaha para konglomerat tersebut.

Jangan sampai kondisi saat dimanfaatkan oleh orang yang berkepentingan seperti yang disampaikan oleh pengamat politik dan pemerintahan Karawang “atau Jangan-jangan di tengah Corona ini ada yang mencari kesempatan dalam kesempitan untuk modal Pilkada, karena untuk rakyatnya sendiri mereka lebih memilih mencari-cari ke swasta lalu uang APBD Karawang dikemanakan, itu uang rakyat dan rakyat sangat membutuhkannya sekarang seharusnya segera bantu, bukan terus berwacana,” (tvberita.com)

Lambatnya penanganan dalam sistem Kapitalisme membiarkan warga miskin berjuag sendiri dalam memenuhi hajatnya. Berbeda dengan sistem Islam, yang memiliki kewajiaban memenuhi seluruh kebutuhan pokok rakyatnya. sehingga warga yang tak mampu akan dibantu dalam pengurusan hajatnya. Kebutuhan pokok bukan hanya sandang pangan dan papan, tapi juga kesehatan, keamanan dan pendidikan.

Itu semua dijamin oleh negara. Ingatlah para pemimpin setiap apa yang dipimpin akan dimintai pertanggungjawabannya kelak dihadapan Allah SWT.

Rasulullah mengingatkan dalam sabdanya:”Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR Bukhari dan Muslim). Wallahua’lam. (*)