Dampak Corona Perceraian di Karawang Meningkat

Perceraian di Karawang

Oleh: Yuyun Suminah, A.md
Aktivis Muslimah Karawang

Pandemi Corona memberikan efek yang sangat besar kepada rakyat diantaranya ekonomi. Hal ekonomi ini bisa memicu keutuhan kelurga jadi taruhannya. Kenapa? Karena ekonomi menjadi hal yang krusial bagi rakyat dalam menentukan sebuah kelurga bisa melangsungkan hidup atau tidak.

Dari Corona ke ekonomi hingga ke perceraian itu semua merupakan dampak dari pandemi, hal itu akan terjadi ketika tidak ditangani secara serius oleh negara. Gara-gara hal ekonomi bisa memicu perceraian karena perceraian dianggap solusi untuk mengurangi beban hidup keluarga.

Karena kewajiban suami yang mencari nafkah pupus, istri bisa bebas meningkatkan kariernya tanpa terhalang oleh kewajiban mengurus rumah tangga. Seperti itulah fakta di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga: Perceraian Meningkat di tengah Pandemi?

Di Karawang sendiri terhitung mulai Januari hingga Mei 2020 tercatat 1.118 perkara yang diterima Pengadilan Agama Karawang. Sementara kasus yang diputus selama lima bulan terhitung 1.366 pasangan yang bercerai. Hal itu diungkapkan oleh Panitera Hukum Pengadilan Agama Kabupaten Karawang Abdul Hakim. (RadarKarawang.com 15/6)

Jumlah perkara yang diterima Pengadilan Agama Karawang terjadi pada bulan Februari sebanyak 376 perkara dan Maret dengan jumlah 353 perkara. Sementara pada bulan April 248 perkara dan Mei 113 perkara. Bulan Januari hanya 28 perkara. Selama lima bulan ini rata-rata 8 orang bercerai dalam sehari.