Efektifitas Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas ( PTMTP ) dilaksanakan mulai tanggal 15 s.d 26 November 2021. Peserta didik yang datang ke sekolah 50% dari jumlah masing – masing kelas atau dengan kata lain 50% dari jumlah seluruh yang ada di SMA Negeri Kutasari, akan tetapi yang datang ke sekolah secara bergantian . Dalam pengaturannya 50 % ( absensi no 1 s.d 18 ) masuk sesi 1 dan berangkat pada tanggal 15 s.d 19 November sedangkan sesi 2 ( no absensi 19 s.d 36 ) masuk pada tanggal 22 s.d 26 November 2021.

Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas juga masih tetap mematuhi protokol kesehatan sehingga pelaksanaanya berjalan lancar, aman dan terkendali serta semuanya tetap sehat. Ketika pelaksanaan simulasi tatap muka, peserta didik merasa belum nyaman dan masih canggung yang disebabkan sudah lama daring sehingga belum konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran. Berbeda ketika pelaksanaan tatap muka terbatas ( PMTM ) peserta didik sudah mulai nyaman, konsentrasi dan antusius dalam mengikuti pembelajaran.

BACA JUGA:  Pesan Kedamaian Nagasaki

Peserta didik lebih terkonsentrasi dalam mengikuti pembelajaran, sebab yang datang ke sekolah hanya 50% dari jumlah masing – masing kelas secara bergantian sehingga dalam duduk di kelasnya juga dijarangkan sehingga mengurangi kerawanan dalam kegaduhan di kelas. Hal ini dibuktikan dengan anak lebih memperhatikan dan lebih interaktif ketika menrima materi dalam pembelajaran.

Pembelajaran tatap muka wajib dipertemukan antara guru dan peserta didik alias harus, karena selain lebih mudah untuk mengawasi, juga melatih interaksi antara guru dengan peserta didik. Kontak mata secara langsung sangat dibutuhkan ketika proses belajar mengajar, ini membantu peserta didik menjadi lebih fokus. Berbeda jika pembelajaran online dengan menggunakan gadget, sangat memungkinkan ada godaan untuk membuka medsos ataupun game. Oleh karena itu pembelajaran tatap muka harus segera dilaksanakan di masa pandemi ini, pemerintah juga sudah menggalakkan vaksin gratis hingga dosis kedua sebagai tindakan preventif penularan covid 19.

BACA JUGA:  Penyelewengan Dana Bansos Lukai Hati Warga

Pembelajaran tatap muka terbatas mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan di masa pandemi ini seperti ini, adapun kelebihannya antara lain :

Pertama, dengan dibukanya kembali sekolah maka bisa bertemu banyak teman-teman, termasuk sang pujaan hati. Sekolah adalah tempat pendidikan formal yang pertama dan utama, dan pembelajaran tatap muka adalah sistem pendidikan yang mungkin tidak akan pernah tergantikan kecuali ketika sudah akhir zaman. Dengan tatap muka maka guru dan peserta didik tidak perlu lagi bingung untuk memikirkan membeli paket data.

Kedua, guru bisa memantau secara langsung perkembangan akademik dan non akademik pesera didiknya.

Ketiga guru bisa memberi pembinaan secara langsung pada siswa yang nakal dan orang tua pun bisa bernapas lebih lega karena tidak harus memberi pendampingan secara ketat karena sudah ada peran guru di sekolah.

BACA JUGA:  Selebaran Hina Nabi Kembali Menghantui 

Adapun kelemahan pembelajaran tatap muka terbatas adalah bisa jadi penyebaran covid-19 masih terus berlanjut walaupun secara grafik sudah melandai.

Pembelajaran tatap muka juga membawa kekhawatiran tersendiri mengingat sekolah adalah tempat yang terdapat banyak orang baik guru, peserta didik, staf, satpam, tukang kebun dan penjaga sekolah.

Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu seiring dengan kondisi Indonesia yang levelnya semakin menurun termasuk Purbalingga yang sudah masuk level 2. Sehingga proses pembelajaran bisa kembali terlaksana seperti semula dengan pembelajaran tatap muka yaitu adanya kehadiran guru dan siswa yang saling berinteraksi langsung. Aamiin Ya Rabbal’alamin