Indonesia Berkah Dengan Syariah Kaffah

Oleh: Heni Yuliana
Aktivis Muslimah Karawang

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Umi Hamzah membuka pertemuan tokoh dengan ayat ini. Bertempat di Karawang, Mubalighoh asal Karawang ini menyampaikan tentang fakta-fakta memilukan tentang negeri ini. Di bidang kesehatan, BPJS akan naik 100% di tahun 2020. Pendidikan yang morat-marit. Krisis air bersih yang merata di setiap daerah di 2019. Harga sembako melangit, banyaknya rakyat yang kelaparan. Dan masih banyak lagi masalah yang lainnya.

Negara hari ini berubah menjadi pebisnis. Pengurusan rakyat menjadi ladang pemasukan. Hubungan dengan rakyat tak ubahnya seperti penjual dan pembeli. Bukan lagi pengurus. Maka tidak salah kalau negara hari ini disebut negara korporatokrasi.

Tapi yang disalahkan dan dikambinghitamkan adalah radilalisme. Yang disudutkan malah umat Islam. Lanjut Ustazah Mumuh, mubaligoh alas Depok ini menjelaskan kerusakan ini karena kita jauh dengan syariah Allah.

Berarti ada yang salah dalam pengelolaan negeri ini. Negeri ini berada dalam cengkraman kapitlisme global. Sehingga isu radikalisme yang dihembuskan adalah upaya untuk menutupi borok kapitalisme yang kian hari kian tercium lanjut beliau.

Ketika Indonesia ingin menjadi baldatun thoyibatun wa Robbun ghofur maka negeri ini harus menerapkan Islam. Sebagaimana firman Allah SWT:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
[البقرة/208]
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

BACA JUGA:  Menjadi Mahasiswa Eksis meskipin di PTS, Benarkah?

Di akhir acara kedua pemateri mengajak peserta agar ikut berkontribusi dalam upaya perbaikan negeri dengan berjuang bersama dalam menegakan syariat Islam yang menyeluruh. Agar Indonesia berkah dengan syariah kaffah. (*)