Islam Kaffah Kunci Kebangkitan Hakiki

Oleh: Sahiyah

Ibu Rumah Tangga

Sepanjang sejarah kekhilafahan, Islam telah tersebar hingga menguasai dua pertiga dunia, terbentang dari Afrika hingga sebagian Eropa. Memimpin dunia selama kurang lebih seribu tiga ratus tahun. Tatanan kehidupan kaum Muslim pernah menciptakan keadilan dan kemakmuran tanpa memandang perbedaan manusia, baik suku bangsa, ras, bahasa, maupun jenis kelamin. Bahkan umat non muslim pun diperlakukan sama dengan umat muslim.

Fakta sejarah di atas tidak berbanding lurus dengan kondisi umat hari ini. Kaum Muslim terpuruk dan terpedaya di bawah ketiak bangsa lain. Kontan hal ini menghilangkan kemandiriannya. Merdeka hanya sebatas klaim karena realitasnya mereka ada di bawah kendali asing. Islam sebagai agamanya pun hanya dijalankan sebatas ibadah _mahdhoh_ saja.

Sebelum Islam datang kehidupan umat manusia diselimuti kegelapan; penyembahan ditujukan kepada berhala, aktivitas perdagangan didominasi dengan kecurangan, ekonomi ditopang dengan praktik ribawi, mengubur hidup-hidup anak perempuan yang dilakukan ayah mereka karena anak perempuan dipandang hina.

Kehadiran Islam mampu memberikan oase di padang pasir yang tandus,  bak air menyiram pepohonan yang telah layu dan hampir kering karena kemarau panjang yang melanda. Kehadiran Islam berhasil mengubah tatanan kehidupan bangsa Arab dan bangsa-bangsa lain yang menjadikan Islam sebagai pandangan hidupnya, sehingga merubah dari bangsa yang tidak diperhitungkan dunia pada saat itu menjadi umat yang unggul dan mulia.

Sejarah terulang kembali, hari ini negeri-negeri Muslim mengalami keterpurukan dan tertindas di bawah arogansi sistem kapitalis  sekular. Sumber daya alam seperti minyak bumi, tambang emas, batu bara, dan hasil laut serta hutan, semua dikuasai mereka. Hak untuk mengatur kehidupan diri kaum Muslimpun terampas, apakah ini yang dinamakan merdeka? Ironis, sumber daya alam melimpah tapi kemiskinan, kelaparan,  stunting, terus bertambah. Andaikan dikelola negara sendiri dan hasilnya didistribusikan untuk rakyat, tidak mungkin semua fakta di atas terus mengiris hati. Begitu juga di sektor pendidikan dan kesehatan, begitu kental dengan nuansa kapitalisasi. Sehingga rakyat harus membayar mahal untuk mengaksesnya. Berbagai kebijakan dan pengelolaan sumber daya alam kental dengan Intervensi asing.

BACA JUGA:  Berapakah Indeks Prestasimu dan Apa Maknanya?

Gambaran di atas menunjukan bahwa hakikatnya kaum Muslim belum merdeka. Untuk mewujudkannya kembali kaum Muslim di seluruh dunia harus bangkit. Bagaimana caranya?

Umat Islam penting mempelajari, mencontoh bagaimana Rasulullah saw. dulu mampu menjadikan bangsa Arab dan bangsa lainnya bangkit. Sebab tidak ada kebangkitan hakiki lagi shohih kecuali dengan mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw.. Iman Malik bin Anas rahimahullah menyatakan: _Tidak akan bisa memperbaiki kondisi generasi akhir umat ini kecuali apa yang telah mampu memperbaiki kondisi generasi awal umat ini_.

Itulah kunci kebangkitan yaitu dengan membebaskan penghambaann manusia dari penghambaan sesama makhluk menuju penghambaan hanya kepada Allah SWT. Keberhasilan Islam dalam menciptakan manusia yang merdeka dan bangkit hanyalah dengan menjalani  ketundukan dan menghambakan diri semata-mata kepada Allah SWT saja. Zat yang menciptakan dunia dan seisinya.

Kebangkitan Islam tidak diawali dengan kebangkitan ekonomi ataupun teknologi. Ketika penyembahan, ketundukan kepada syariah kaffah sudah terwujud, Allah SWT melimpahkan semuanya. Kemajuan di berbagai bidang tidak terkalahkan. Sebaliknya keberlimpahan yang dimiliki umat Islam saat ini jauh dari keberkahan.

Karenanya hendaklah kita semua bersegera kembali pada syariah Islam. Konsekuensinya adalah dengan mengamalkan dan menerapkan syariah Islam sebagai satu-satunya asas dan aturan kehidupan. Demikianlah kemerdekaan dan kebangkitan hakiki akan mampu diraih umat.

Wallahu ‘alam bi ashawab.