Islam Solusi Terbaik dalam Penanganan Banjir

Oleh Sujilah
Ibu Rumah Tangga dan Pegiat Literasi

Perubahan iklim dari kemarau ke musim penghujan, biasanya menjadi hal yang dikhawatirkan oleh masyarakat. Permasalahan yang terjadi setiap tahun terus berulang; banjir, tanah longsor, puting beliung dan yang lainnya. Tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Bandung. Penanganan masih belum terarah bahkan semakin bertambah parah, sehingga masyarakat diminta untuk selalu siap siaga menghadapinya.

Wakil Bupati (Wabup) Bandung, Sahrul Gunawan menghimbau kepada masyarakat Nanjung, Margaasih, Kabupaten Bandung agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan tidak meremehkan sampah dengan membuangnya secara sembarangan, sehingga tidak mengakibatkan banjir di musim hujan, seperti yang pernah terjadi di Solokanjeruk, Panyadap dan Majalaya.(Dejurnal.com.12/11/2/2021)

Penyebab banjir tidaklah sesederhana sebagaimana diungkapkan oleh Bapak Wakil Bupati. Tetapi banyak aspek yang mesti disoroti. Ketika curah hujan tinggi sementara resapan air terus menyempit, akibat pengalihfungsian lahan hijau atau wilayah resapan air menjadi hunian mewah, perumahan, kawasan wisata, hotel, apartemen yang terus dibangun, maka otomatis banjir akan selalu melanda. Membuang sampah sembarangan bisa jadi hanya sekian persen penyebab banjir.

Kendati demikian, para pemegang kebijakan masih saja mengijinkan pendirian bangunan yang bisa memperparah resiko kerusakan lingkungan. Pihak yang paling teruntungkan adalah para pengusaha, mereka meraup laba tanpa mempedulikan jeritan warga yang terkenai dampaknya.

Pengelolaan tata ruang yang dibangun tidak didasarkan demi kepentingan rakyat, tetapi hanya menguntungkan para kapital yang kongkalingkong dengan sebagian penguasa, pemberi ijin. Tidak jarang pembangunan harus dilakukan dengan menggusur pemukiman, area persawahan dan perkebunan rakyat. Inilah pembangunan ala kapitalistik, disamping merusak lingkungan juga membuat manusia sengsara. Rakyat kehilangan tempat tinggal sekaligus mata pencaharian.

Seperti itulah pembangunan dalam kerangka sistem kapitalisme sekular. Kapitalisme merupakan Ideologi Barat yang menjadikan materi atau keuntungan sebagai standar dan tolok ukur perbuatannya. Para penganut sistem ini biasanya mengedepankan ambisi untuk memperkaya diri sendiri dengan menghalalkan segala cara. Mereka yang menganut pola hidup kapitalis ini mampu menghancurkan kehidupan jutaan manusia, memiskinkan dunia dan merusak lingkungan alam hanya demi keuntungan sendiri, tanpa memikirkan akibatnya bagi semua manusia.

BACA JUGA:  Polemik Bansos di Tengah Pandemi