Istiqomah dalam Beribadah

oleh
1.Dra.Hj.Umrotun,M.Si ( Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta )
2.Drs.H.Priyono,M.Si ( Dosen dan Wakil Dekan I Fakultas Geografi UMS )

He di-de da-da da di de
Da-da di do-de da-re rei-ra

Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Qur’an sak maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang shaleh kumpulono

Kaping papat, kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijining sopo biso nglakoni
Mugi mugi Gusti Allah nyembadani

Potongan syair lagu di atas adalah sebuah nasehat yang bagus untuk mempertahankan ibadah, yang dinyanyikan Opick beberapa waktu silam dan sempat menjadi lagu legendaris. Lagu tombo ati yang kemudian dinyanyikan oleh beberapa penyanyi, sungguh syairnya sangat menyentuh hati apabila dihayati dalam hati kemudian dipraktekkan dengan perbuatan.
Hari ini sudah sebulan kita meninggalkan bulan puasa dan segera mengakhiri bulan syawal.

Bulan puasa yang penuh dengan nuansa pendidikan, setidaknya telah memberikan pelajaran yang berharga bahwa manusia harus menjalankan ibadah dengan konsisten untuk menggapai derajat manusia yang paling mulia di sisi Allah. Bulan puasa yang telah berlalu tentu tidak boleh berlalu tanpa bekas tetapi harus dipertahankan ibadah selama bulan itu untuk diterapkan pada 11 bulan yang berikutnya, itulah yang harus kita lakukan dan dikenal dengan ibadah yang istiqamah. Bulan pelatihan dimaksudkan untuk melatih ibadah dengan baik dan mendekatkan diri kepada Allah dan kemudian pada bulan berikutnya, pelatihan itu dipraktekkan dengan sungguh sungguh untuk menjaga istiqamah.

Istiqamah merupakan nasehat nabi , berlaku untuk semua ibadah termasuk 5 perkara yang tersurat dalam tombo ati di atas, mulai dari membaca kitab suci Qur’an, sholat malam,bergaul dengan manusia yang shaleh,berpuasa dan zikir malam. Kalau dasar Negara kita ada lima yang terbungkus dalam Pancasila, akan tetapi menuju istiqamah hrs dengan panca usaha atau lima perkara.. Lagu tersebut mengingatkan pada sosok seorang perampok Budiman yang terkenal dengan sebutan Sunan Kalijaga, yang dengan lagu tersebut berhasil menginsyakan tokoh kondang dalam sejarah islam untuk kembali hijrah ke jalan yang benar. Tembang Tombo Ati karya Sunan Bonang ( 1465-1525 ), sebuah karya religi dan menjadi lagu hits pada jamannya sehingga banyak penyanyi yang melantunkannya seperti Emha Ainun Najib, Opick dan penulis sendiri dalam event terbatas seperti pelepasan wisuda. Tembang tombo ati ciptakan seorang ulama terkenal ini mengandung lima resep ampuh untuk mempertahankan ibadah kita setelah ditempa di bulan ramadhan agar tetap berlanjut. Lagu tombo ati tersebut isinya lebih pada mengasah kalbu kita meskipun ada unsur muamalahnya yaitu memilih sahabat yag shaleh yang akan mempengaruhi keistiqamahan kita dalam beribadah.

Pertama, membaca Al Qur’an, tentu disertai mengetahui artinya,memaknai isinya dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari hari. Kebiasaan membaca firman Allah akan bersih hati kita, kuat iman kita dan selalu terbimbing perbuatan kita oleh Allah swt. Membaca kitab suci juga berfungsi sebagai obat terutama obat penyakit rohani yang bisa menyebabkan penyakit jasmani.

Kedua, Sholat tahajud, sholat ini merupakan perintah Allah yang tersurat dalam Al Qur’an Surah Al Isra’ ayat 79, sebuah terapi untuk mendekatkan diri kepada Allah swt ,yang bisa meningkatkan derajat pelakunya kepada derajat manusia yang terpuji.

Ketiga, Orang shaleh menjadi sahabat. Berkumpul dengan orang shaleh tidak sekedar berteman biasa tetapi lebih mengenal kemudian menyerap ilmunya dan mencontoh perilakunya untuk diterapkan pada kehidupan kita. Bersahabat berarti berteman luar dan dalam.

Keempat, Berpuasa, ini juga perintah Al Qur’an untuk puasa ramadhan da nada dalam hadits untuk puasa sunah. Prinsipnya dengan melakukan ibadah puasa adalah melatih mengendalikan hawa nafsu yang bisa menjadi sumber bencana bila tidak dikendalikan.

Dengan puasa maka empati kita tehadap sesama akan terlatih dan menjadikan kepedulian terhadap sesama menjadi lebih tinggi. Ini juga bagian dari ciri orang yang bertakwa. Kelima, zikir malam yang lama. Kebiasaan berzikir menjadikan kita selalu ingat dan dekat dengan Allah swt, lebih lebih dilakukan pada waktu malam, suasana hening karena pada terlelap tidur, akan menjadi semakin syahdu dan meresap.

Kehidupan dunia adalah sebuah sandiwara atau fatamorgana maka jangan terpesona dengan wajah dunia karena tujuan akhir hidup yang abadi adalah kehidupan akherat maka cari bekal yang cukup dengan mengingat kematian dan mempersiapkannya. Kata Nabi : orang yang cerdas adalah orang selalu ingat mati dan mempersiapkan diri. Dengan membiasakan nembang tombo ati kemudian mempraktekkannya, in syaa Allah, ibadah kita akan terjaga keajegannya atau ke istiqamahannya.