Jangan Gegabah Menyikapi Wabah

Oleh: Fauzia Aninda Nissa
Mahasiswa Semester 6 Fakultas Geografi UMS

Seluruh Negara masih digemparkan dengan persebaran Virus Covid-19 atau Corona terutama di Negara Indonesia, persebaran Covid-19 di Negara Indonesia setiap harinya selalu meningkat. Data terakhir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan kasus terkonfirmasi positif corona telah mencapai 17.514 pasien, jumlah ini mengalami penambahan sebanyak 489 kasus (TribunJogja.com), namun terdapat kabar baik juga bila pasien Covid-19 semakin hari semakin bertambah juga.

Pemerintah Indonesia selalu menghimbau masyarakatnya untuk tidak melakukan aktivitasnya di luar rumah bila tidak mendesak dan bila diharuskan melakukan aktivitas diluar rumah diharuskan tetap sesuai protokol kesehatan (menggunakan masker, selalu mencuci tangan, tidak menyentuh barang di tempat umum dengan sembarangan, menjaga jarak 1 meter).

Virus Covid-19 ini menyebar begitu cepat dan tanpa kita sadari di wilayah kanan kiri kita sudah banyak yang menjadi zona merah, persebaran yang begitu cepat ini juga dapat disebabkan karena banyak masyarakat yang gegabah.

Tentu semua orang pasti akan merasakan bosan, jenuh karena setiap hari berada di rumah dan melakukan aktivitas yang berulang ulang, namun kita sebagai masyarakat harus adil dan berfikir secara rasionalitas dengan menyampingkan ego masing masing.

Sebab bila ego dan sikap gegabah tetap diutamakan dalam menyikapi wabah ini hal tersebut juga akan berimbas kepada diri sendiri, orang terdekat misalnya keluarga yang kalian cintai, dan juga menyusahkan para tenaga medis dan dokter yang telah berjuang di garda terdepan untuk menyembuhkan pasien yang terjangkit Covid-19.

Menurut kenyataannya sendiri wabah Covid-19 ini masih merajalela. Jaga jarak, menggunakan masker, dan sering mencuci tangan sangat dianjurkan oleh pemerintah. Jaga jarak bukan berati menjadi orang yang anti social namun untuk menyelamatkan kehidupan ini, begitujuga dengan menggunakan masker bila keluar rumah, menggunakan masker memang tidak senyaman yang difikirkan namun tidak menggunakan masker akan mengakibatkan hal yang fatal bagi diri kalian sendiri.

Saat ini semua orang berpotensi menjadi pembawa virus corona, maka yang dibutuhkan untuk negara saat ini adalah masyarakat yang tidak gegabah, tidak egois, dan tetap di dalam untuk memutus rantai penyebaran tak lupa juga dengan cara doa, namun perlu diingat bila berdoa tanpa usaha itu bohong dan usaha tanpa doa itu sombong.

Saat ini bukanlah waktunya untuk ngopi, nongkrong, pergi ke mall bersama teman teman karena dari kerumunan itulah virus akan melompat dari manusia satu ke manusia yang lain.

Dilihat dari Detik.com (18-05-2020) terdapat pemeriksaan di Bandara Soekarno Hatta dan terdapat 131 penumpang positif corona dan mereka semua adalah OTG. Dilihat dari satu kasus tersebut masih kah kalian mau gegabah berkeliaran diluar rumah nongkrong membuat kerumunan? Jangan sampai para tenaga medis mengibarkan bendera putih tanda mereka menyerah menangani Cocid-19 ini. (*)