Kapankah Pandemi Segera Berakhir Ya Allah SWT?

Oleh
1.Drs.H.Priyono,MSi(Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
2.Siti Nur Aisah(Mahasiswi Geografi UMS dan aktivis IMM)

Nampaknya sebagian besar masyarakat Indonesia sudah mulai jenuh untuk berada di rumah akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai. Mereka yang sudah tidak tahan pun mulai melakukan kembali aktivitas sebagai mana mestinya, seperti membuka toko, bercocok tanam, hingga berjualan di pasar sebab jika tidak, beban ekonomi keluarga semakin berat meskipun pemerintah dan organisasi social dan keagamaan lain serta perorangan yang peduli telah memberikan bantuan berupa uang/ sembako untuk hidup beberapa bulan. Konon bantuan pemerintah yang berupa uang sebesar rp 600.000 per bulan selama tiga bulan juga menyisakan masalah karena ada pegawai negeri yang dapat kucuran tersebut.

Pedagang sayur mulai kreatif untuk mendekati pelanggan dengan berdagang dari kampung ke kampung untuk menjajagan barang dagangannya, tidak kalah dengan tukang sayur maka pedagang yang lainpun ikutan memakai cara mendekati pelanggan dan lupa tidak memakai proteksi diri. Ada kasus di sebuah kabupaten, yang dekat dengan rumah sakit, salah seorang pedagang sayur yang melayani pelanggan perawat yang menangani pasien covid-19 akhirnya tertular juga.

Santer pemberitan di media online, bahwa kasus posotif Covid-19 semakin menunjukkan eksistensinya di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan terus bertambahnya kasus positif yang kini per tanggal 16 Mei 2020 data terakhir menyebutkan bahwa sebanyak 17.025 penduduk Indonesia tekinfeksi virus corona. Penyebaran penyakit ini tentu terkait dengan mobilitas manusia, sepanjang mobilitas penduduk tidak bisa dihentikan maka sangat sulit untuk menghambatnya.

Perkembangan Covid-19 di Indonesia agaknya masih belum mengalami titik puncak, sehingga banyak pihak yang mulai berspekulasi kapan pandemi tersebut akan segera berakhir ? Spekulasi yang adapun bervariasi, hal tersebut didasarkan pad kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia, ketaaatan masyarakatnya serta jumlah kasus baru setiap harinya.

Banyak yang memprediksikan bahwa pandemi akan segera berakhir sekitar pertengahan bulan Mei atau sekitar bulan Juni. Namun, apabila melihat keadaan di lapangan rasanya kecil kemungkinan hal tersebut dapat terjadi.

Beberapa regulasi yang dikeluarkan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pun tidak begitu diindahkan oleh sebagian masyarakat Indonesia, sehingga penyebarannya pun terus-menerus terjadi. Mereka yang melanggar aturan PSBB yang diberlakukan karena memiliki beberapa alasan tertentu, misalnya saja harus pergi bekerja. Meskipun, sudah gencar himbauan untuk melakukan pekerjaan di rumah saja, akan tetapi beberapa sektor perekonomian tidak bisa menerapkan kebijakan tersebut. Sebut saja yang industri tekstil yang bertugas membuat masker dan APD untuk petugas medis.

Selain atas dasar pekerjaan, masih banyak masyarakat yang membandel untuk tetap mengenakan protokol keamanan ketika berpergian keluar. Langkah awal yang sangat mudah dan tidak perlu membutuhkan banyak tenaga adalah dengan memakai masker.

Langkah ini setidaknya dapat melindungi diri kita dari droplet (percikan) dari orang lain, yang tidak kita ketahui kondisi yang orang tersebut. Perintah agama melalui hadits pun juga sudah ada, sesuai yang termaktub dalam hadist yang berarti “Janganlah yang sakit dicampur baurkan dengan yang sehat.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Terakhir yaitu terkait dengan jumlah kasus positif Covid-19 setiap harinya. Jumlah tersebut sangat berperan penting bagi pengamat untuk melakukan analisis atau prediksi kapankah pandemi ini akan segera berakhir. Pandemi Covid-19 diprediksikan akan berakhir setidaknya bulan Juni yang akan mendatang, pasalnya kenaikan jumlah pasien positif Covid-19 dinilai cukup rendah sehingga dilakukan perhitungan yang hasilnya menunjukkan pandemi akan berakhir di Bulan Juni yang akan datang.Namun, prediksi tersebut tidak dapat dijadikan sebagai acuan utama atau dasar. Prediksi tersebut muncul untuk memberikan edukasi serta gambaran kepada masyarakat. Ketidakpastian ini yang menjadikan manusia harus memutuskan untuk diam di rumah atau malah melakukan perlawanan terhadap virus dengan meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas dan berkarya seperti biasa.

Baru-baru ini Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan, mengatakan bahwa “virus ini bisa menjadi endemik lain di komunitas kita, virus ini mungkin tidak akan pernah hilang. Saya pikir penting bagi kita bersikap realistis” Secara tidak langsung, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan masyarakat dunia bahwasanya virus corona mungkin tidak akan pernah hilang. Tidak ada pula yang dapat mendeskripsikan kapan pandemi corona dapat dikendalikan. Seperti yang terjadi pada virus HIV/Aids kita dapat hidup diantaranya.

Sudah selayaknya kita sebagai umat yang beragama islam senantiasa berboda dan memohon perlindungn kepada Allah Swt. Agar pandemi Covid-19 segera berakhir dengan tetap memakmurkan masjid untuk desa yang aman atau berlabel warna hijau pakai protokoler yang ketat. Siapa tahu doa kita di rumah Alloh swt akan dikabulkan dengan cara Alloh yang kita tidak pernah tahu. Perpaduan doa dan usaha serta tetap berperilaku jujur , adil dan ikhlas akan membuahkan hasil yang diridhoi Alloh swt. (*)