Kapitalisme Lahirkan Anak Mati Rasa

Oleh: Aisyah Ummu Naya

Sebuah postingan yang menunjukkan seorang ibu diserahkan ke panti jompo viral di media sosial. Postingan tersebut menunjukkan sebuah surat pernyataan bermaterai yang berisi penyerahan seorang ibu oleh ketiga anaknya ke panti jompo hingga akhir hayatnya. Kini, ibu tersebut hanya bisa pasrah sambil berharap anak-anak mereka kelak bisa membawanya hidup dengan dirinya.

Ketiga anaknya telah menandatangani surat pernyataan bermaterai, guna menyerahkan sang ibunda hingga akhir hayatnya. Bahkan, pemakaman sang ibu pun telah dipasrahkan kepada pihak panti.

okezone.com. Kita mungkin masih ingat kisah seorang pria lansia yang meninggal di pinggaran Jalan Sultan Iskandar Muda, Kota Banda Aceh. Dia mengaku dibuang oleh anak-anaknya ke lokasi itu sehari sebelum kejadian.

Fenomena pilu lansia yang di titipkan ke panti jompo atau sengaja di buang di jalanan oleh anak-anaknya dengan alasan faktor ekonomi dan kesibukan mereka yang tidak bisa merawat adalah buah pahit dari sistem kapitalisme yang diterapkan ditengah – tengah umat. Sistem ini memproduksi kemiskinan massal, kondisi pandemi yang belum berakhir karena penanganan yang carut marut menyebabkan kondisi ekonomi semakin sulit dan PHK massal hampir terjadi di semua lini pekerjaan.

Disamping itu, paham kapitalisme juga telah mamatikan fitrah manusia sebagai anak dan hilang pulalah pemahaman bahwasanya mereka berkewajiban untuk merawat dan senantiasa muliakan orang tua. Keadaan tersebut terjadi karena kerasnya tekanan kehidupan dan himpitan ekonomi yang semakin sulit. Dengan kondisi seperti itu menanggung dan mengurus orang tua adalah sebuah beban kehidupan. karena kekurangan materi, kesenjangan ekonomi, dan lemahnya penanaman nilai agama yang benar telah berkontribusi besar menjadikan hilangnya fitrah sebagai manusia yang memiliki rasa sayang dan hormat terhadap orang tua. sistem ini lebih mengutamakan nilai-nilai yang bersifat materi semata.

BACA JUGA:  Milenial Mesti Bijak Bermedia Sosial

Berbeda keadaannya dimana ketika Islam dijadikan sebagai sumber hukum. islam akan melahirkan insan yang memahami tanggung jawab dan kewajiban untuk memuliakan orang tua. Sebab dalam sudut pandang Islam, menelantarkan orang tua merupakan satu kerugian besar bagi anak. Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amal terbaik setelah keimanan. Perkara ini disebutkan dalam Alquran dan hadis setelah beriman kepada Allah. Dan ini ditempuh dengan menjalankan fungsi orangtua, masyarakat dan negara.
Orang tua merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya disinilah harusnya menanamkan aqidah, ketaqwaan serta mengajarkan akhlak mulia dikuatkan kepada seluruh anggota keluarga, sehingga anak akan memandang bahwa merawat dan memelihara orang tua adalah kewajiban dan kemuliaan untuk mendapatkan keridaan Tuhannya. Disamping itu dibutuhkan pula Peran masyarakat dalam rangka membantu dan saling mengingatkan apabila ada hal yang melanggar agama.