Kepahlawanan Dalam Islam

Oleh : Abdullah Muadz, S.Pd,I, M.Sc
(Ketua Umum Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah)

Setiap 10 November, di Indonesia di tetapkan sebagai hari pahlawan nasional, dimana momen ini diperuntukan untuk mengenang para pahlawan terdahulu terutama peristiwa pertempuran 10 November 1945, itu terjadi selama tiga minggu. Sebanyak 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, sebagian dari mereka merupakan warga sipil. Sementara itu 150.000 orang terpaksa meninggalkan Surabaya dan 1.600 prajurit Inggris tewas, hilang, serta luka-luka. Perjuangan luar biasa itu membuat Kota Surabaya dijuluki sebagai Kota Pahlawan. Selain itu, tanggal 10 November juga ditetapkan sebagai Hari Pahlawan berdasarkan Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959.

Kata pahlawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dimaknai sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Secara etimologis ada juga yang memaknai pahlawan berasal dari akar kata pahala, dan berakhiran wan, pahalawan. Artinya, mereka pantas memperoleh pahala karena jasa-jasanya bagi perjuangan menegakkan kebenaran.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya (Ir Soekarno). Pesan ini sangat mendalam betapa kita tidak boleh melupakan jasa para pahalawan, karena dengan kita mengingat, mengenang dan menjadikan inspirasi dari perjuangan para pahlawan dalam hal keberanian dan pengorbanan dalam membela kebenaran tentu kita bisa menjadi manusia yang pandai bersyukur, mampu menghargai karya orang dan mampu mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya.

Jas Merah (Jangan sekali-sekali melupakan Sejarah) demikian Ir Soekarno menegaskan kepada kita. Tantangan kita di era ini adalah bagaimana untuk menjadikan bangsa dan negara ini menajdi negara yang di segani dunia dan mendapat penghormatan yang lebih layak sebagai negara yang besar, namun justru yang menjadi tantangan sebagaimana yang disebutkan Ir Soekarno “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.

BACA JUGA:  STRATEGI BERTAHAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DITENGAH PANDEMI

Kepahlawanan Dalam Islam
Di Indonesia pahlawan di kategorikan ke dalam berbagai macam, seperti ada pahlawan revolusi, pahlawan pendidikan dan pahlawan emansipasi perempuan, yang jelas semuanya mengandung arti dari nilai keberanian dan dan pengorbanan. Sejarah panjang Islam hadir di tengah-tengah umat yang di bawa oleh risalah Rosullullah SAW, dilanjutkan oleh generasi sahabat, thabiin sampai ke khalifahan. Telah banyak kisah kepahlawanan bukan lagi heroik tetapi banyak menginspirasi kita, sebut saja perjuangan Rosulullah dalam dakwah Islam di Mekkah dan Madinah, banyak keberanian dan pengrobanan Rosul di kala tantangan pada saat itu sangat beresiko membutuhkan keberanian dan pengorbanan besar.

Nabi di bilang gila, di lempar kotoran, gigi Nabi rontok dan tubuh Nabi kena sabetan pedang ketika berperang, upaya pembunuhan Nabi pun sering di lakukan sampai kepada tawaran diberikan harta, tahta dan gemerlap dunia lainnya agar bisa meninggalkan dakwah ini, tetapi Nabi tidak tertarik dan berpaling melainkan Istiqomah dalam jalan dakwah ini. Kita kenal juga bagaimana heroiknya perang uhud dimana para sahabat jadi perisai Nabi. Salah satu sahabat yang terkenal karena pengorbanannya adalah Nusaibah dan Ummu Sulaim, dua perempuan yang tak lagi muda tapi ikut terjun ke kancah Perang Uhud bersama 700 tentara Islam. Saat tentara Islam terdesak, Nusaibah dan Ummu Sulaim bersama puluhan tentara Islam tersisa, mereka menjadi perisai untuk melindungi Nabi Muhammad SAW dari serangan tentara Quraisy.