KERAGAMAN DAN PERGESERAN PENDUDUK DUNIA  

Oleh: Drs.Priyono,MSi

(Dosen Demografi pada Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)

World population data sheet yang merupakan produk dari Population Reference Bureau selalu mengabarkan mengenai profil kependudukan di seluruh Negara di dunia setiap tahun tanpa jeda mulai dari jumlah penduduk, kelahiran, pertumbuhan penduduk, kematian, kematian bayi, migrasi bersih , kesehatan, lingkungan hidup sampai pada Gross National Product. Jumlah variabel kependudukan yang disajikan sekitar 18 jenis dan comparable.

Setiap tahun data ini mengambil focus atau highlight yang berbeda. Tahun 2015 mengambil focus pada pemberdayaan perempuan dimana harapan hidup wanita lebih tinggi dari pria yaitu 73 tahun untuk wanita dan 69 tahun untuk pria. Pada tahun 2017 mengambil highlight tentang pemuda yaitu penduduk yang berumur 15-24 tahun yang berjumlah 1,2 miliar dari 7,5 miliar jumlah penduduk dunia tahun 2017. Jadi jumlah pemudanya sebesar 16 persen. Berbeda dengan tahun sebelumnya, maka tahun 2018 lebih focus pada perubahan struktur umur penduduk dunia, dimana pada tahun 2018, penduduk dunia yang berumur 65 tahun ke atas sebesar 9 persen dan akan meningkat menjadi 16 persen pada tahun 2050 yad. Sebaliknya persentase penduduk yang berumur < 15 tahun sebesar 26  persen akan menurun menjadi 21 persen pada proyeksi tahun 2050.Pada tahun 2019 dunia mengambil tema : penduduk Eropa dan Asia, penduduk manulanya berjalan cepat sedangkan penduduk benua Afrika memiliki penduduk muda yang paling besar.

Planet bumi ini kini dihuni oleh 7.691,5 juta atau 7,7 miliar jiwa yang tersebar secara spasial di berbagai benua dan gabungan Negara dan Negara secara tidak merata. Penduduk dunia  yang mendiami Asia sebesar 60 persen dan sisanya tersebar tapi di beberapa titik kumpul seperti benua Afrika di Nigeria dengan jumlah penduduk 210 juta, benua Amerika di US dengan jumlah 329,2 juta dan Amerika Selatan di Brazil dengan penghuni 209 juta jiwa. Penduduk di benua Afrika nampaknya cukup potensial untuk berkembang pesat karena tingkat kelahiran tinggi dan penggunaan alat kontrasepsi rendah.

Kelima Negara yang jumlah penduduknya terbesar di dunia adalah China di Asia(1.398 miliar), disusul nomor 2 juga di Asia yaitu India(1.391,9 miliar), kemudian nomor 3 negara Amerika Serikat (329,2 juta) dan Indonesia di Asia (268,6 juta) dan nomor 5 di Brazil (209 juta). Tiga dari lima besar jumlah penduduk dunia ada di Asia dan kelimanya bisa dikatakan mewakili agama besar di dunia seperti USA identik Kristen Protestan, Brazil identik Katholik, Indonesia identik Islam dan India identik Hindu dan China identik Kong Hu Chu.

Sebagai contoh fenomena variasi kelahiran tersebut dijumpai di negara Niger, dengan angka kelahiran total (TFR) tertinggi di dunia yaitu 7 kelahiran per wanita selama masa hidup. Sebanyak 46% populasi usia dibawah 15 tahun terdapat di negara Afrika Tengah sehingga menjadi wilayah dengan rata-rata penduduk termuda di dunia, sedangkan 21% penduduk dengan usia lebih dari 65 tahun mendominasi belahan bumi Eropa, oleh karenanya menjadi wilayah dengan rata-rata penduduk tertua di dunia.

Penggunaan alat kontrasepsi modern menjadi salah satu tolok ukur pencegahan kehamilan. Ada hubungan linier antara penggunaan kontrasepsi modern dengan kelahiran, semakin tinggi persentase penggunaan kontrasepsi semakin rendah kelahiran. Negara di benua Afrika, penggunaan alat kontrasepsi sangat rendah, kebanyakan Negara masih menggunakan alat kontrasepsi modern di bawah 30 % bahkan ada yang 5 %. Beberapa Negara yang penggunaan kontrasepsi termasuk tinggi sekitar 60 persen misalnya Kenya, Zimbabwe, sedangkan Botswana,Namibia, Afrika selatan, Maroko, sekitar 54 %. Berbeda dengan Afrika, maka Amerika, Eropa,Australia,Amerika Selatan, angkanya masuk kategori tinggi. Di Eropa di atas 70 %, Di Amerika di atas 65 %, Australia 65 % dan China mencapai 80 %, India 48 % dan Negara timur tengah sekitar 50 %. Ada perbedaan mendasar tentang penggunaan kontrasepsi di Negara maju dan berkembang. Negara maju didorong atas kesadaran individu untuk memiliki jumlah anak sedikit sedangkan di Negara berkembang harus perlu motivasi. Kondisi penggunaan kontrasepsi modern dalam jangka panjang akan berdampak pada rata rata jumlah anggota keluarga. Terdapat hubungan linier antara penggunaan alat kontrasepsi modern dengan rata rata jumlah anggota keluarga. Afrika memiliki rata rata jumlah anggota keluarga yang tinggi 5,5 sedangkan Eropa memiliki angka yang rendah 2,3 jiwa.  Amerika sama dengan Australia memiliki rata rata anggota keluarga 2,5. Amerika Selatan 3,0 dan Rusia 2,6 jiwa.

Performance kependudukan suatu Negara juga terkait dengan kesejahteraan yang ditandai dengan Product Domestic Bruto (PDB). PDB atau Produk Domestik Bruto adalah jumlah dari produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh Negara tersebut dalam kurun waktu tertentu, adanya PDB untuk mengetahui kondisi perekonomian yang sedang terjadi. Perkembangan ekonomi diukur dengan system tertentu yang dijadikan pijakan untuk menentukan kebijakan. Karena  PDB di setiap Negara berbeda – beda seperti PDB terendah terdapat di Benua Afrika yaitu sekitar $740 – $ 9860, melihat kondisi rata-rata di negara Benua Afrika merupakan Negara masih berkembang dan miskin, berbeda dengan Negara maju seperti Norwegia di Eropa dengan besar PDB $66,390 berhasil menggungguli Amerika sebesar $63,390. Angka PDB Benua Eropa pada kisaran  $40,000 – $55.000, sedangkan di Asia sendiri seperti Jepang menjadi satu-satunya Negara dengan PDB tertinggi sebesar $45,000, Di Timur Tengah Arab Saudi memimpin dengan nilai $55,930 menggungguli Australia yang hanya  $49,930. Indonesia termasuk kategori rendah karena jumlah penduduknya yang besar. Indonesia pada angka $12,650 , kalah dengan Brazil $15,820 dan Saudi Arabia $55,650.

Kondisi kesejahteraan penduduk di suatu Negara akan berdampak pada kondisi kesehatan, tapi variable jumlah penduduk menjadi variable control. Kondisi kesehatan dapat dicerminkan dara  angka harapan hidup penduduk. Banyak terjadi kesenjangan harapan hidup Negara Negara di dunia. Penduduk di Eropa memiliki rata rata harapan hidup yang tinggi di atas 80 tahun, sama dengan Canada 80 tahun. Australia sedikit lebih tinggi 81 tahun. Amerika latin di bawah China sebesar 72 tahun dan China 75 tahun. Negar di Rusia, timur tengah dan Indonesia hampir sama mencapai 69 tahun.

Beberapa pergeseran yang sedang dan akan terjadi adalah besarnya jumlah penduduk pada hasil proyeksi tahun 2050 menunjukkan India akan berada pada urutan ke 1 menggeser China dan Nigeria akan berada di urutan ketiga menggeser Amerika. Pergeseran itu bisa diindikasikan dari tingginya angka kelahiran, angka pertumbuhan penduduk dan rendahnya penggunaan kontrasepsi. China sudah mulai keranjingan dalam upaya menurunkan kelahiran dan menekan angka pertumbuhan penduduk, sampai sampai mengambil kebijakan satu keluarga satu anak. Demikian juga Amerika meskipun diantara Negara maju paling tinggi angka kelahirannya tetapi upaya untuk menekan angka kelahiran sangat  bagus. Pertumbuhan penduduk di USA dan China sekitar 0,4 % per tahun, sebaliknya di Nigeria dan Negara Afrika pada umumnya ada di atas 3 % per tahun. Disamping itu akan terjadi pergeseran dalam stryktur umur penduduk dunia. Kelompok umur muda di bawah 15 tahun akan mengalami dicresing dan sebaliknya pada umur 65 tahun ke atas mengalami peningkatan.

Pergeseran, perubahan, keragaman spasial penduduk dunia selalu terjadi secara dinamis dan jumlah penduduk menjadi variable control penting disertai kualitas sumberdaya manusianya. Sulit diperkirakan apakah Negara berkembang bisa mengerem pertumbuhan penduduk, hanya pemimpin yang futuristic yang akan merubah kaumnya. (*)