Ketika Hukum Kebal Bagi Si Kaya

Oleh: Dede Anggi
Pelajar

Beberapa waktu lalu publik di hebohkan dengan di tangkapnya seorang artis wanita bersama suaminya atas dugaan penyalahgunaan barang haram narkoba jenis sabu. Lagi-lagi hal ini terjadi pada seorang publik figur yang harusnya menjadi contoh yang baik untuk masyarakat. Alih-alih langsung diberikan hukuman yang berat namun pengajuan rehabilitasi yang mereka ajukan pada pihak berwajib dikabulkan dengan alasan mereka adalah korban. (Kompas. com 10/juli/2021)

Kasus narkoba yang dilakukan oleh kalangan selebritas memang bukan pertama kali ini saja terjadi. Namun perbedaan hukum seringkali menjadikan publik beranggapan bahwa pihak yang berwajib selalu ️mengistimewakan artis dari kalangan atas, seperti pasangan suami istri tersebut. Namun ketika orang biasa yang terjerat kasus yang sama, maka akan langsung di proses secara tegas dan berat dengan dimasukkan kedalam jeruji besi.

Meskipun kepolisian mengatakan bahwa pihak nya akan tetap menjalankan sesuai proses hukum walau sudah direhabilitasi, namun publik tetap tidak percaya dengan realitas yang ada. Karena selama ini hukum di negeri ini bak mata pisau yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Hukum dinegeri ini hanya membela orang-orang berduit saja. Mencari keadilan di negeri ini bagaikan mencari jarum dalam jerami, sangat sulit ditemukan.

Salah satu faktor yang menjadikan kasus narkoba makin tinggi adalah undang-undangnya yang bermasalah. Yayasan Aksi Keadilan Indonesia (AKSI), Yohan Misero menyatakan, UU No. 35/2009 tentang Narkotika, memang sangat bermasalah. Maka tidak heran jika saat ini ada tebang pilih dalam penegakan hukum dan tidak mampu memberantas narkoba.
Bagi selebritas ataupun politisi, mereka sangat mudah mendapatkan rehabilitasi, sementara tidak bagi masyarakat biasa.

Inilah hasil produk sistem kapitalisme sekuler yang cacat. Aturannya bukan hanya inkonsisten, tetapi juga tidak menyelesaikan masalah secara komprehensif, sehingga menimbulkan masalah baru dalam setiap penyelesaian masalah.
Sistem kapitalisme sekuler juga telah menjaga bisnis narkoba untuk tetap eksis di dunia. Bisnis haram ini menghimpun banyak keuntungan bagi pebisnisnya.

BACA JUGA:  Pembelajaran Jarak Jauh dan Peningkatan Kompetensi Guru