Kolaborasi untuk Publikasi

Oleh:
1.Agus Anggoro Sigit,S.Si,M.Sc ( Dosen Fakultas Geografi UMS dan Penulis Puisi)
2.Drs.H.Priyono,M.Si ( Dosen Fakultas Geografi UMS dan Kolumnis Koran )

Kolaborasi Kita
Bag 1 Bag 2
Tak mengapa aku sendiri Kini kusadari pendirianku mesti kuperbaiki
Tanpamu aku bisa lakukan sendiri Sendiri memang aku mampu berdiri
Tanpamupun semua kulalui Namun bersama akan menjadi makin kuat
Aku sudah melakukannya sendiri Bersama kurangku akan tertutup sempurna

Sejenak aku bertanya Aku…. Kamu…… dan Kita
Pada awan yang bergantung di angkasa Bersama….berkolaborasi dalam satu kata
Mungkinkah selamanya egoku kan mengemuka? Menapaki jalan dalam satu moda
Begitu angkuhku melihat lainnya tiada berdaya Mencapai tepian mimpi.. di bawah satu nahkoda
Hingga sombongku berkata
Sendiri lebih baik daripda bekerjasama

Kolaborasi adalah satu kata yang penuh makna , lebih lebih di masa globalisasi dan pandemi , orang pasti butuh kolaborasi dengan sesama rekan kerja, sesama institusi, dan sesama profesi bahkan lintas profesi demi mencapai tujuan bersama. Dirjen Dikti Pak Dimyati ketika berkunjung ke Laboratorium Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta memberikan statemen menarik bahwa bila Institusi ingin maju maka kata kuncinya jalin kolaborasi. Apa yang disampaikan beliau ternyata banyak manfaatnya dalam rangka meningkatkan profesionalisme perorangan maupun kredibilitas Lembaga dimana orang tersebut bernaung.

Setiap pemimpin dituntut memiliki skill kolaborasi yaitu sebuah ketrampilan yang membuat bisa bekerjasama dengan orang lain baik se profesi maupun lintas profesi dengan output mencapai tujuan bersama. Memahami style rekan kerja, menjalin komunikasi, menjadi pendengar setia, menjadi presenter yang menarik, menghargai satu sama lain, merupakan sebagian dari jenis ketrampilan kolaborasi. Di bangku kuliah, ketrampilan ini justru banyak diperoleh melalui kegitan organisasi kemahasiswaan dibanding di bangku kuliah atau kegiatan intra kurikuler. Maka bisa dipastikan seorang aktivis kampus memiliki kemampuan kolaborasi yang lebih bagus dibanding mereka yang tidak pernah tersentuh organisasi kemahasiswaan.

Saat melakukan kolaborasi, kita akan berhadapan dengan banyak orang yang memiliki kemampuan dan perilaku yang beraneka dan disitulah ada kesempatan untuk mendiskusikan beragam pemikiran dalam upaya mencapai solusi terbaik dari berbagai perspektik keilmuan. Dari kolaborasi , kita akan akan banyak mengenal diri sendiri mulai dari kelebihan maupun kekurangan dan kemudian bisa belajar lebih banyak dari orang lain dan bisa juga apa yang bisa kita berikan pada orang lain, tentu yang ini terkait dengan kemampuan ketrampilan kita yang menonjol.

Jika di masa biasa , kita berkolaborasi sangat dibatasi oleh jarak,waktu dan strata sosial, akan tetapi di masa pandemic ini dengan kemajuan teknologi, batas tersebut sirna sehingga belajar kolaborasi menjadi semakin terbuka lebar tanpa harus kehilangan bea dan tenaga. Jadi kolaborasi menjadi sebuah keniscayaan, lebih lebih saat pandemi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang luar biasa. Kita bisa lihat melalui media sosial maupun media resmi yang lain, informasi pembelajaran yang berupa webinar, workshop, kursus dapat diakses dengan mudah tinggal kita memilih sesuai selera dan kompetensinya.

Banyak kesempatan yang bisa diikuti untuk menjalin kolaborasi di saat pandemi. Saat ini ilmu gampang kita dapatkan tapi mungkin implementasinya yang kurang, sebaliknya dahulu, ilmu sulit diperoleh tapi implentasinya sangat mendalam. Sebagai contoh : banyak materi tentang mencegah korupsi dan sejenisnya dan dipaparkan lewat webinar akan tetapi korupsi masih menggurita.

Kolaborasi bisa dilakukan dalam level yang beda dengan komitmen yang sama dalam mencapai tujuan akhir, yang bisa diawali dengan MoU dan dilanjutkan dengan aktivitas kolaborasi. Kolaborasi ini dapat terjadi karena saling membutuhkan dan bisa terealisir lewat media sosial maka bila niyat telah bulat aksipun menggeliat. Beberapa waktu yang lalu Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta melakukan kolaborasi dengan MGMP Geografi DKI Jakarta yang berlangsung selama lima tahun ke depan. Tahun pertama yaitu tahun 2021 telah mengadakan workshop selama dua hari dengan tujuan akhir meningkatkan ketrampilan menulis guru dalam tiga hal yaitu kompetensi menulis jurnal, Penelitian Tindakan klas, dan menulias ilmiah popular di Koran. Guru dan dosen mendapat peningkatan wawasan ketrampilan menulis, dosen membagi pengalaman kemudian guru memberi tanggapan dan juga menulis sehingga memberikan pengalaman yang luas. Institusi geografi disebarluaskan ke siswa SMA sehingga meningkatkan daya panggil masuk ke Fakultas Geografi UMS termasuk membumikan kajian geografi dalam jangka panjang.

Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan Thinking System melalui 3 tahapan : Trik Menulis dilanjut Klinik atau review artikel dan WA grup sampai pada publikasi buku atau jurnal. Dalam waktu 3 bulan dari bulan mei hingga juli, telah terbit sebuah buku Resonansi 14 yang ber ISBN dan proses ber HAKI Menkumham. Sebuah produk bergengsi buku yang berisi artikel publis berbagai Koran/media massa baik online maupun offline . Buku setebal 285 halaman itu berisi berbagai topik ulasan terutama pembelajaran dan geografi di masa pandemic. Itulah bukti konkrit peran guru Geografi di masa pandemi.(*)