KOMUNIKASI EFFEKTIF SELAMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Oleh:

1.Eka Nir Romadhoni W.A, S.Pd.(Guru Geografi SMA Negeri 2 Unggul Sekayu,Kab.Banyuasin, Sumatera Selatan )
2.Drs.H.Priyono,MSi ( Dosen Fakultas Geografi UMS dan Kolumnis Pasundan Ekspres, Jabar )

Saat ini pembelajaran berbasis teknologi digital (e-learning) atau yang lebih dikenal pembelajaran dalam jaringan (daring) menjadi primadona dalam dunia pendidikan. E-learning telah menjadi metode pengajaran modern dalam menggunakan teknologi informasi dalam ruang kelas. Terlebih kita tidak tahu, sampai kapan pandemi ini akan berakhir? Semua kebijakan gampang berubah mengikuti irama perkembangan covid-19 , yang hingga kini belum dinyatakan bebas pandemi sehingga untuk keamanan kenyamanan belajar maka model daring masih menjadi pilihan yang baik meskipun beberapa daerah telah menggunakan tatap muka terbatas.

Guru yang berfungsi sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran harus mampu memberikan kemudahan kepada siswa untuk mempelajari berbagai hal di sekitarnya (Ardiawan, 2020). Begitu pula dengan orang tua peserta didik, mereka harus memiliki pengetahuan cara mendidik anak yang baik dan benar, dan mampu mendukung kegiatan pembelajaran dari dalam mendukung kesuksesan pendidikan anaknya. Di sini titik krusial peran orang tuan dalam pembelajaran daring dan ini tidak mampu dilakukan oleh semua orang tuan karena keterbatasan baik pengetahuan maupun ekonomi, Oleh karenanya, diperlukan komunikasi efektif guru dan orang tua agar tetap bersinergi dalam mendudukan pendidikan anak didiknya, di saat kondisi new normal sekarang ini. Sebuah kolaborasi yang penting deiperlukan antara guru dengan orang tua dalam mendukung pendidikan bagi peserta didik (Suadnyana, 2020).

Wacana new normal di bidang pendidikan, merupakan tuntutan untuk hidup berdampingan dengan Corona virus disease 2019 (Covid-19). Kondisi tersebut membuat pemerintah mengambil kebijakan tentang pembelajaran jarak jauh, yang merupakan satu-satunya cara agar pendidikan dan pengajaran bisa tetap berlangsung selama New Normal pasca pandemi Covid-19.

BACA JUGA:  Ibu-ibu Meninggalkan Dept Store pun Demikian Negara

Pembelajaran daring dapat dijadikan solusi pembelajaran jarak jauh ketika terjadi bencana alam. Peralihan cepat dari pembelajaran tatap muka di kelas sekarang menjadi kelas virtual/online menuntut kesiapan dan daya dukung sarana dan prasarana serta SDM kita dalam menghadapi kenormalan baru dibidang pendidikan.

Mau tidak mau, suka atau tidak semua pihak mulai guru, orangtua, dan murid harus siap menjalani kehidupan baru (new normal life) lewat pendekatan belajar menggunakan teknologi informasi dan media elektronik agar proses pengajaran dapat berlangsung dengan baik. Mengoptimalkan proses pembelajaran berlangsung dengan cara memanfaatkan teknologi dalam bentuk pembelajaran daring.
Namun, tidak terlepas dari kondisi di lapangan mengenai sarana dan prasarana pendukung bahkan situasi kondisi SDM kita yang notabene masih terbatas. Bahkan hal terpenting adalah sosok guru juga harus memiliki kemampuan mengajar dan berperan secara profesional serta multi fungsi dalam menciptakan suasana belajar yang efektif dalam ruang kelas digital.

Tantangan di Era New Normal
Seorang guru memegang peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Peran guru dalam upaya mencapai tujuan pendidikan tersebut sangatlah besar, terutama kemampuan seorang guru membuat suatu perencanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan kurikulum 2013 (Ardiawan, 2018).
Dipundaknya terpikul tanggung jawab utama keefektifan seluruh usaha kependidikan dalam rangka membentuk manusia yang terampil dan berbudi luhur. Sekalipun banyak negara maju menggunakan media elektronik sebagai alat pengajaran sudah dipergunakan dan kemampuannya untuk membawa bahan pengajaran kepada para pelajar telah dibuktikan. Namun keberadaannya tetap tidak dapat sepenuhnya menggantikan kedudukan guru, sebagai subjek yang paling berperan dalam proses pembentukan kepribadian seseorang.

Masyarakat dari paling terbelakang sampai yang paling maju, mengakui bahwa guru merupakan satu di antara sekian banyak unsur pembentukan utama calon anggota masyarakat. Penjelasan di atas mengistilahkan bahwa guru merupakan subjek yang paling memegang peranan utama dalam membentuk kepribadian seseorang (Darmawan I. p., 2020).

BACA JUGA:  Menggaungkan Gerakan Guru Menulis

Sebagaimana yang dikatakan oleh Kohut (dalam Prasetyo, 2011:25) yaitu pentingnya komunikasi efektif dalam jejaring komunikasi antara guru dan orang tua siswa. Dengan adanya komunikasi yang up to date dari guru kepada orang tua itu akan memberikan hal yang positif terhadap pengawasan perkembangan pendidikan anak selama pembelajaran daring.
Masa pandemi memberi pengalaman baru dalam berkomunikasi baik dari segi intensitas maupun media komunikasi. Di saat pembelajaran normal, intensitas komunikasi antara sekolah dengan ihak orang tua jarang terjadi, tapi ketika daring maka guru berusaha untuk berkomunikasi lebih intens lewat berbagai media baik telp selular maupu whatsapp , mengingat kegiatan pengawasan siswa amat sangat dibutuhkan di luar rumah dan orang tualah yang jadi basis pengawasan. Komunikasi dengan orang tua bisa terkait dengan kegiatan sekolah secara umum misalnya pelaksanaan PAS ( Penilaian Akhir Semester ), info dari komite sekolah , info tentang PTMT sampai pada persoalan individu siswa.

Anak-anak membutuhkan peran orang tua dalam memberikan perhatian dan kasih sayang terutama pada pendidikannya. Dimana orang tua merupakan pertama-tama yang bertanggung jawab dalam mengatur, mengkoordinasikan serta memberikan rangsangan-rangsangan (Suherman, 2000). Dengan demikian guru juga perlu bekerja sama dengan orang tua siswa agar dapat memungkinkan siswa bisa melakukan pembelajaran daring.