Kontroversi Konspirasi Pandemi

Oleh: Satya Luhur

Mahasiswa Geografi UMS

“Virus Corona ini adalah bagian dari rencana elite global dalam mengatur dan menguasai dunia. Dengan menciptakan ketakutan maka akan terjadi keos dan akan mudah mengendalikan manusia, karena saat seseorang merasa takut maka akan mudah untuk dikendalikan.”

Itulah salah satu narasi yang dewasa ini santer kita didengar dari beberapa orang yang memercayai teori konspirasi. Mereka menganggap Covid-19 (Corona Virus Diseases 2019) adalah “akal-akalan” dari sekelompok orang yang ingin menguasai dunia. Sekelompok orang ini biasa disebut sebagai elite global yang hanya ada 1% bahkan kurang dari total penduduk bumi. Beberapa nama yang mungkin sudah sering kita dengar seperti keluarga Rockefeller, Rothschild, serta Soros. Ketiga nama tersebut disebut-sebut sebagai otak dari banyak kekacauan yang terjadi di berbagai negara di dunia, salah satunya adalah krisis moneter di Indonesia yang terjadi pada tahun 1998. Banyak pihak yang mengatakan kekacauan yang mereka buat memiliki tujuan ekonomi.

Pernyataan yang mengatakan bahwa pandemic yang sekarang terjadi ini hanyalah “akal-akalan” para keluarga elite tersebut bukan tanpa dasar. Ada sebuah dokumen yang bisa diakses oleh siapapun yang terdapat di situs acad*mia.edu yang menceritakan secara detail keadaan yang sama seperti sekarang. Dokumen tersebut dinilai beberapa orang sebagai rencana mereka untuk menguasai dunia.

Sangat mirip mulai dari awal kemunculan virus, penyebarannya, semulasi lockdown yang diterapkan beberapa negara, hingga pada akhirnya cara untuk mengatasi pandemic adalah dengan vaksinasi. Kita semua tahu bahwa virus ini menyebar antar manusia melalui kontak fisik dan di dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa lockdown adalah cara terbaik untuk mengatasi penyebaran virus corona ini karena dengan lockdown kontak fisisk antar manusia akan berkurang, sehingga penularannya dapat ditekan.

Meskipun lockdown dapat menekan penularan virus namun efek samping terhadap ekonomi negara sangat serius. Negara dapat mengalami inflasi dan kerugian yang sangat besar. Menurut para pegiat teori konspirasi, dampak ekonomi tersebut merupakan yang dicari. Karena negara yang mengalami kemerosotan ekonomi nantinya akan berhutang untuk kembali menstabilkan ekonominya. Hutang diberikan dengan bunga yang besar dan negara tidak punya pilihan lain selain mengambil pilihinan hutang dengan bunga besar tersebut.

Lalu apakah benar pandemic virus Corona ini hanyalah “settingan” belaka demi kepentingan bisnis sekelompok orang? Dan jika memang teori konspirasi menjadi fakta dan benar ini semua adalah “settingan” lalu siapa yang punya kekuatan untuk melawan mereka yang notabene adalah penguasa? Siapa yang tahu. Yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah berusaha memutus rantai penularan virus secepat mungkin agar negara bisa segera pulih sector-sektornya. Tentunya juga berdoa kepada Allah SWT agar diberi kekuatan dalam menghadapi musim pagebluk ini. (*)