OPINI  

KOTA MADIUN BAK ARGANI CAKARA GANENDRA

oleh
1.Nanin Kusuma ( Guru Geografi SMAN 2 Madiun , dilahirkan dan tinggal di Madiun, Jawa Timur )
2.Drs.H.Priyono,MSi ( Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta , Kolumnis Koran Jabar Pasundan Ekpress dan Radar Solo,Jawa Pos )

Kota Madiun kota indah dan berwibawa
Tertata rapi dengan sejuta bunga
PT INKA simbol kebanggaannya
Kuliner pecel santapannya

Kota Madiun kota ramah lingkungan
Merubah sungai jadi destinasi wisata pujaan
Saluran air di bawah trotoar , lebar dan menyita perhatian
Tempat bermukim jaringan kabel berdesakan

Kota Madiun kota dengan sebutan kota pendekar
Kota Gadis jadi bahan kelakar
Akronim perdagangan, pendidikan dan industri yang sedang mekar
PT INKA simbol kebanggaan rakyat dengan jiwa segar

Green leadership merupakan kepemimpinan berwawasan lingkungan
Bersemangat, proaktif, penuh inisiatif dan kreatif terhadap kepentingan
Inovasi terus berjalan
Merespon berbagai kepentingan

Kota Madiun merupakan salah satu kota di provinsi Jawa Timur dan berada pada dataran rendah, dengan ketinggian berkisar 63-67 m di atas permukaan air laut . Dataran dengan ketinggian 63 m terletak di bagian tengah sedangkan dataran dengan ketinggian 67 m ada di bagian selatan. Kota ini letaknya sangat strategis karena terletak di jalur utama yang menghubungkan kota Yogyakarta dan Surabaya.

Kota dengan memiliki luas 33,23 km persegi dan mendapat sebutan kota Gadis artinya sebuah akronim yaitu kota perdagangan, pendidikan dan industri . PT INKA merupakan pabrik kereta api besar, berada di kota ini, disamping ada pabrik gula , juga banyak Lembaga pendidikan dan pusat kuliner misalnya terkenal dengan pecel Madiun. Kota yang juga mendapat julukan sebagai “Kota Pendekar” ini telah mengubah diri menjadi sebuah kota yang sangat indah tatanannya. Inovasi di kota ini menyita perhatian publik. Pembangunan yang bermuara pada sejumlah tatanan kota yang berfungsi untuk mengatasi permasalahan klasik sebuah perkotaan. Salah satu permasalahan tersebut adalah beberapa tahun yang lalu ada sejumlah jalan di Kota Madiun yang selalu tergenang air pada saat terjadi hujan. Maka Kota Madiun berbenah diri dengan melebarkan saluran di bawah trotoar agar bisa menampung air sekaligus sebagai instalasi kabel. Dari hal tersebut, sekarang ini sudah bebas genangan air di jalan sekaligus lebih rapi dan menarik.
Pembangunan di kota Madiun berwawasan lingkungan. Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah suatu upaya untuk melestarikan lingkungan dengan diadakannya suatu pembangunan yang didasari oleh sumber daya alam dan berada pada tempat yang indah dan sejuk jauh dari berbagai macam polusi guna untuk menjaga kelestarian alam dan membantu pentingkatan sumber daya alam yang hampir rusak.

Tujuan dari Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah agar masyarakat yang memanfaatkan sumber daya alam tidak merusak lingkungan.Untuk itu dalam pengelolaan sumber daya alam perlu memerhatikan keadaan lingkungan agar ekosistem lingkungan tidak terganggu.

Hampir di setiap sudut Kota Madiun selalu menampilkan keindahan. Upaya memperbaiki tatanan kota semakin terdengar seantero nusantara. Sejumlah kunjungan tamu dari luar kota ikut memviralkan sebuah kota yang benar-benar bersih dan indah. Salah satu inovasi paling tampak yakni menyulap saluran sungai yang kumuh menjadi destinasi wisata paling hits di kota Madiun. Sepanjang sungai Jalan Perintis melintang Jalan Pahlawan ditata berbagai patung ikon dunia. Maka semakin indah tatanan Kota Pendekar yang memang dipimpin oleh seorang Pendekar ilmu yang mempelajari tatanan kota.

Sejumlah penghargaan ikut mewarnai kota yang semakin hari semakin terlihat mempesona. Salah satunya adalah penghargaan Green Leadership ‘’Nirwasita Tantra 2020’’ dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Green leadership merupakan kepemimpinan berwawasan lingkungan, bersemangat, proaktif, penuh inisiatif dan kreatif terhadap kepentingan orang banyak dan alam semesta. Pemimpin dengan konsep tersebut memiliki visi keseimbangan antara daya topang ekologi serta sistem sosial dan pembangunan, baik fisik maupun non fisik.

Kepemimpinan green juga mengedepankan kepentingan rakyat dalam mengakses sumber daya yang ada dan akan memformulasi kebijakan ramah lingkungan, berpihak pada kepentingan rakyat. Hal ini akan berlangsung secara berkelanjutan. Dan kota ini berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan serta program kerja sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan menuju green economy.

Kota Madiun bak Argani Cakara Ganendra. Ibarat seorang anak laki-laki yang berani melindungi seperti pasukan dewa. Tatanan Kota Madiun yang semakin hari semakin tertata indah, akan melindungi seluruh kawasan kota ini dari permasalahan lingkungan hidup. Kebersihan kota yang senantiasa terjaga oleh garda terdepan petugas kebersihan dan dibantu dengan seluruh kesadaran masyarakat yang semakin mencintai kotanya membuat warga Kota Madiun bisa tinggal di lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat. Terwujudnya tagline Madiun Kota Sejuta Bunga. Bunga yang menjadi simbol Kota Madiun, sebagai kota yang bersih dan indah. Dan semoga Argani Cakara Garendra semakin berwibawa di seantero nusantara.(*)