Kualitas Akhlak Pada Pendidikan Islam di Zaman Modern

Oleh: Silvi Amalia Azizah 

Mahasiswi Prodi  Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Dr.Khez Muttaqien Purwakarta 

Pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam islam. Karena, pendidikan yang baik dan benar akan dapat menjadi jembatan bagi seorang muslim untuk meningkatkan derajat keimanan dan kualitas ahlaknya. Dalam QS Al-Mujadalah 58:11 Allah berfirman, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat.” Maksud ayat ini menurut Al-Razi dalam Al-Tafsir Al-Kabir adalah “Allah meninggikan derajat orang mukmin karena mengikuti perintah Rasulnya, dan orang-orang alim yang mukmin.” Sedangkan yang di maksud ‘tinggi derajat’ adalah “ketinggian derajat pahala dan tingkatan ridha Allah.”(1) ayat ini menjelaskan pada kita bahwa kesuksesan dunia dan akhirat seorang manusia hanya akan di capa dengan dua syarat yaitu beriman dan berilmu agama. Hal ini di perkuat dengan hadits sahih riwayat muttafaq alaih nabi bersabda: “barang siapa di kehendaki baik oleh Allah, maka dia akan di beri pemahaman dalam agama. “(2) Badruddin al-aini dalam umdatul Qori  menjelaskan: “maksud kata ‘yufaqqihu’ dalam hadits ini adalah mengerti ilmu syariah. Orang yang alim ilmu syariah di sebut faqih. “(3) anjuran untuk belajar ilmu agama juga terdapat dalam QS AT-Taubah 9:122.(4).

Timbul pertanyaan: apakah beriman dan berilmu saja itu sudah cukup sebagai cara untuk mencapai puncak derajat tertinggi di sisi Allah? Tampaknya belum. Karena, ada tujuan yang lebih tinggi selain ilmu. Yaitu, AKHLAK mulia. Nabi bersabda: “aku di utus untuk menyempurnakan akhlak yang baik. “(5) kata “menyempurnakan” menunjukan bahwa akhlak adalah tujuan puncak yang harus di capai oleh srorang muslim agar menjadi manusia yang relatif mendekati nilai-nilai ideal islam. Pentingnya akhlak juga du singgung dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi: “mukmin paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya.” (6) Hadits ini secara jelas menyatakan bahwa kesempurnaan iman baru bisa tercapai dengan keindahan akhlak. Al-Quran juga secara implisit mengisyaratkan betapa pentingnya akhlak ketika memuji Rasulullah dalam QS Al-Qalam 68:4 “dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (7) semua dalil- dalil dari Al-Quran dan hadits di atas menunjukan bahwa tujuan dari pendidikan islam adalah berorientasi pada peningkatan iman dengan cara meningkatkan ilmu dan meninnggikan kualitas akhlak mulia.

Hal yang paling berpengaruh terhadap pendidikan islam terutama dalam segi akhlak pada saat ini adalah Globalisasi. Globalisasi mempunyai dampak atau pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan umat manusia terutama pada kalangan pelajar dari berbagai aspek kehidupan. Globalisasi telah banyak mempengaruhi generasi muda islam, seperti hedonisme dan ketergantungan terhadap budaya barat menjadi fenomena bagi generasi muda. Contohnya seperti pelajar pada saat ini mereka lebih mengenal artis-artis dari luar maupun dalam negeri seperti artis korea yang sangat mereka agung-agungkan di bandingkan dengan mengenal tokoh islam, mereka bahkan merasa asing dengan tokoh-tokoh islam. Kemudian model dan cara berpakaian yang tidak islami seperti memperlihatkan aurat. Saat ini pengaruh pergaulan bebas pada remaja seakan tidak mengenal tatakrama, semakin terkikisnya nilai-nilai keimanan adalah salah satu penyebab dari globalisasi.

Di era globalisasi ini, munculnya alat-alat canggih juga sangat berpengaruh terhadap perubahan akhlak pada generasi muda islam. Pada saat ini perilaku mereka justru banyak terfokus terhadap gadgetnya di bandingkan pedulo dengan keaadaan di sekitarnya. Ketika mereka berinteraksi dengan gadgetnya tanpa mereka sadari mereka telah mengurangi sosialisasi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.

Dari sinilah otak manusia khususnya generasi muda islam di desain dengan sedemikian rupa oleh bangsa barat dengan tujuan sedikit demi sedikit untuk merusak atau menghancurkan generasi islam yaiti dengan cara memunculkan alat-alat elektronik yang canggih inilah yang di sebut dengan penjajahan akhlak terutama di zaman modern ini.

Hal tersebutlah yang menjadi penyebaba utama terkikisnya akhlak generasi muda saat ini jika di salah gunakan. Memang tidak semua teknologi yang canggih membawa dampak negatif, tetapi semua itu di  kembalikan kepada penggunanya, ketika seseorang bisa membentengi dirinya maka ia akan bisa memfilter budaya-budaya yang tidak semestinya ditiru. Tatapi kebanyakan generasi muda islam zaman sekarang terbawa oleh aliran barat misalnya saja dapat di lihat dari mode pakaian yang mereka kenakan.

Merosotnya akhlak generasi saat ini selain di sebabkan oleh globalisasi, tetapi juga di sebabkan kurangnya pendidikan yang menekankan pendidikan akhlak terutama pada sekolah umum yang dalam proses belajar mengajarnya kurang menekankan pada pendidikan akhlak.

Saat ini tidak hanya remaja yang mengalami kemerosotan akhlak, bahkan dari anak tingkat sekolah dasar misalnya tidak sedikit anak SD sekarang sudah mengenal cinta atau bahkan mereka sudah berpacaran, kebanyakan mereka mengenal hal itu dari media sosial. Sungguh miris memang ketika melihat anak SD sekarang yang berpacaran layaknya orang dewasa, apa yang akan terjadi dengan negara kita di masa yang akan datang jika generasi mudanya saja seperti ini?

Dan bahkan para remaja saat ini tidak merasa malu mengumbarkan aibnya sendiri di media sosial, hal tersebut memperlihatkan akhlak pelajar pada zaman sekarang semakin berkurang. Sangat miris memang ketika saya melihat postingan-postingan pelajar zaman sekarang, mereka memposting hal-hal yang jauh dari kata baik. Seperti mengupload foto mereka ketika menggunakan pakaian yang sexy.Mereka tidak berfikir bahwa postingan mereka itu akan di lihat oleh orang banyak.. Dan contoh lainnya misalnya seperti mereka lebih memilih menghadiri konser yang harga tiketnya mahal di bandingkan dengan menghadiri acara pengajian yang tidak dipungut biaya sepeser pun.

Dan cara yang dapat membantu agar pelajar dapat terbentengi dari budaya barat serta globalisasi yang vulgar adalah dengan membantu serta mendukung pendidikannya di pondok pesantren. Ketika berada di kawasan pondok pesantren anak akan dapat di rem  untuk tidak terlalu memoderenisasikan diri dengan kecanggihan alat pada zaman sekarang. Pendidikan akhlak justru akan terbentuk sedikit demi sedikit di pondok pesantren  ini. Karena ketika di pondok pesantren akhlak adalah  hal yang sangat di utamakan. Namun tidak dapat di pungkiri bahwasanya semua kembali kepada diri masing-masing. Karena tidak semua akhlak baik terbentuk di pondok pesantren karena semua hal dilalui dengan cara bertahap. Tetapi setidaknya ketika membiasakan anak untuk hidup di lingkungan pondok pesantren memang akan berbeda hasilnya dengan anak yang hidup di lingkungan umum atau biasa saja. Akan ada pengalaman tersendiri dan tanpa disadari akan ada pengalaman tersendiri dan terbentuk sifat tanggung jawab karena terbiasa mandiri.

Jadi, dalam hal ini menurut saya pondok pesantren adalah  suatu tempat yang dapat mengubah akhlak genersi muda islam dari yang tidak baik menjadi baik dan yang baik menjadi lebih baik. Pondok pesantren di ibaratkan seperti halnya obat yang mujarab bagi generasi muda islam pada zaman modern ini.Citra baik yang telah ada pada pondok pesantren harus di kembangkan yakni dengan cara mendukung dan mengikutsertakan anak untuk menempuh perjuangan memerangi kebodohan dengan belajar di pondok pesantren. Itu adalah salah satu metode untuk memperbaiki akhlak generasi muda saat ini. Dengan demikian pendidikan akhlak di lembaga pendidikan islam informal (pondok pesantren) akan dapat mewujudkan dan menghasilkan para generasi muda yang islami. Itulah cara yang dapat di tempuh dan merupakan cara yang ampuh bagi kalangan orang tua untuk anak-anaknya demi menunbuhkan akhlak pribadi yang kharimah. Citra generasi muda yang telah tercoreng oleh sebagian muda-mudi kalangan saat ini, kini saatnya sadar diri untuk para muda-mudi memperbaiki citra generasi kita yang sudah banyak tergores. Kejadian yang sudah berlalu biarlah menjadi cermin sebagai acuan kita untuk bertindak, jadikan hak tersebut sebagai pelajaran dan pengalaman bagi generasi selanjutnya

Semoga penjajahan akhlak ini cepat berlalu, kecanggihan teknologi yang merajalela bisa di manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Yang selama ini tiada lain hanya di gunakan untuk pemborosan dan waktu bagi semua kalangan.

Penjajahan akhlak ini telah sedikit demi sedikit menggerogoti moral bangsa yang kian hari kian buruk . Semoga program lembaga pendidikan islam formal dalam jangka ke depan dapat berhasil pula dalam mendidik akhlak generasi bangsa. Dapat lebih memenuhi asupan pendidikan akhlak bagi siswa-siswi ataupun pelajar, sehingga penjajahan akhlak di zaman sekarang dapat berkurang sedikit demi sedikit. Tetapi peran orangtua juga sangat penting dalam menumbuhkan akhlak pada anak sejak lahir. terutama peran ibu yang sangat berpengaruh penting dalam mendidik anak, karena ibu merupakan pendidik pertama seorang anak.(*)