Laptop Merah Putih, Wacana di Atas Penderitaan Rakyat

Oleh Salma Rufaidah, S.Sos

(Pengamat Sosial)

Laptop merah putih sedang ramai dibicarakan . Pasalnya pemerintah akan menggandeng PT Xyrexindo Mandiri Buana yang berkode saham  Zyrex, melalui Menteri  Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Pemerintah hingga tahun 2024 menetapkan anggaran Rp 17,42 trilyun untuk bidang pendidikan khususnya teknologi informasi dan komputer (TIK).  Tujuannya selain untuk mengurangi ketergantungan impor juga meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri produk  teknologi informasi dan komunikasi . Terlebih lagi di masa pandemi kebutuhan teknologi informasi dan komputer meningkat.

Kebijakan ini seolah dukungan  pemerintah terhadap produk lokal. Tapi apakah kebutuhan ini sangat mendesak harus diimplementasikan di tengah masyarakat yang saat ini sedang bergelut di tengah wabah pandemi?  Mengingat saat ini kasus covid 19 masih 40.000an perhari meski telah melakukan kebijakan PPKM level 4. Mengapa tidak dialokasikan saja untuk bansos atau ketersediaan peralatan medis yang masih belum mencukupi? Mengingat kondisi saat ini masih banyak yang belum mendapatkan bansos dan masyarakat yang mengalami isoman belum mendapatkan pelayanan medis memadai.

Jangan sampai pemerintah salah  menentukan prioritas dalam membuat kebijakan,  membuat masyarakat semakin kecewa,  semakin tidak percaya. Walhasil gelombang protes akan ada bahkan terus meningkat. Masyarakat sudah hampir 2 tahun di masa pandemi ini merasakan penderitaan, Mereka butuh jaminan riil atas sandang, pangan, dan papan.
Apalagi di masa PHK yang sedang menggunung seperti ini. Banyaknya rakyat yang berusaha keras mencari nafkah di tengah kebijakan PPKM. Apalagi pembatasan waktu pada jam malam semakin menambah kesulitan mereka. Bila urusan perut tidak diselesaikan segera, bisa memicu tindakan kriminal atau anarkis.

Adanya kebijakan-kebijakan yang mengabaikan rakyat dilakukan penguasa saat ini tidaklah mengherankan. Sistem pemerintahan kapitalis sekuler liberal saat ini sangat memberi peluang terhadap hal tersebut . Apalagi saat ini pemimpin lebih menggunakan otoritas sebagai penguasa dengan berbagai kebijakan yang berpihak pemilik modal sebagai tujuan utamanya bukan kemashlahatan atau kesejahteraan rakyat. Pengadaan laptop merah ini sudah jelas memberikan ‘kebahagiaan ‘ di kalangan pemilik modal saja.

BACA JUGA:  Islam Menjamin Kesejahteraan Rakyat